MAHASISWA STTQ GRESIK CIPTAKAN SAKELAR LISTRIK DARI HANDPHONE

Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin (STTQ) Bungah, Gresik, yakni Ahmad Nurfi Nuryadi, menciptakan alat mematikan saluran listrik

di rumah dari jarak jauh melalui handphone (HP).

“Jika kita bepergian atau mudik, tetapi lupa mematikan lampu atau listrik di rumah yang masih menyala, maka tidak perlu repot-repot pulang kembali ke rumah untuk sekadar mematikannya,” kata Ahmad Nurfi Nuryadi seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/7).

Dalam tugas akhir/skripsi karyanya, ia menciptakan alat untuk menyalakan dan mematikan peralatan listrik (lampu, AC, kipas angin, dan lainnya) secara jarak jauh dengan menggunakan jaringan internet dari komputer atau gadget di manapun berada.

“Dengan menggunakan pengendali mikro (microcontroler) Arduino jenis Mega 2560 yang disambungkan dengan akses internet dan sakelar relay dari rangkaian instalasi listrik di rumah kita, maka hal itu bisa terwujud,” katanya.

Dalam dunia elektro, microcontroler adalah sebuah ‘integreted circuit’ (IC) yang fungsi utamanya sebagai pengendali dari sinyal masukan ke pengeluaran yang dapat diprogram menggunakan bahasa pemrograman komputer.

“Salah satu jenis microcontroler yang cukup populer saat ini adalah Arduino. Arduino adalah kit elektronik microcontroler yang berbasis open source yang awalnya ditemukan di Italia dan saat ini dibuat oleh perusahaan elektronik Atmell,” katanya.

Tentang cara kerja alat ciptaannya, ia menjelaskan cara kerjanya cukup sederhana yaitu perintah pengendalian dilakukan dari komputer atau HP yang terhubung dengan internet dengan mengakses alamat domain yang sudah ditentukan.

Selanjutnya, lakukan ‘login’, maka di layar HP atau komputer akan terlihat opsi mana peralatan listrik yang akan dihidupkan atau dimatikan.

“Di rumah, akses internet dari sebuah router yang terhubung dengan ethernet Shield memberikan sinyal kepada Arduino mega untuk mengendalikan modul relay untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik ke beban listrik atau peralatan listrik yang dimaksud. Jadi relay berfungsi sebagai saklarnya,” katanya.

Ditanya kelemahan alat ciptaannya itu, Nurfi menjawab kelemahan alat itu terutama jika listrik di rumah mati atau jaringan internet di rumah sedang trouble, maka sistem ini sulit mengidentifikasi.

“Karena itu, alat yang saya ciptakan itu harus dikembangkan lebih jauh untuk mengatasi kelemahan itu,” kata Nurfi yang mengaku hanya berinvestasi Rp1,5 juta untuk membuat alat itu.

Menurut salah satu dosen pembimbing tugas akhir (TA) itu, Yusuf Amrozi ST MT, temuan itu merupakan salah satu hasil karya mahasiswa STTQ Gresik yang sangat bermanfaat untuk dipasang pada instalasi rumah tangga ataupun perkantoran.

“STTQ yang mempunyai prodi Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Informatika sebenarnya sudah beberapa kali menghasilkan temuan menarik, baik karya mahasiswa maupun dosen,” katanya.

Ia menyebut sejumlah contoh, di antaranya sistem pakar identifikasi darah haid atau istihadah, mesin pencacah keripik pisang serta temuan lain. (merdeka.com)

Share Button
Banner_468x60_biru312Banner_468x60_biru312
.:: Selamat dan Sukses Atas Kirab Resolusi Jihad dalam Rangka Memperimgati Hari Santri 22 Oktober 2015 ::. Selamat datang di website PCNU Gresik, kirimkan kritik dan saran anda ke kontak kami, dan untuk pemasangan iklan hubungi (031)3959597 atau melalui email ke pcnugresik@yahoo.co.id