PESANTREN AL IHSAN ASSALAFI TERAPKAN 11 KEWAJIBAN SANTRI

Probolinggo, NU Online
Terlahir dan besar di lingkungan organisasi kemasyarakatan (ormas) Nahdlatul Ulama (NU) membuat Pesantren Al Ihsan Assalafi di Desa Jorongan Kecamatan Leces ini menjadi

pesantren bernuansa NU. Setiap santri wajib melakukan 11 kegiatan yang merupakan rutinitas yang biasa dilakukan ormas yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari itu.

Kesebelas kegiatan itu terdiri dari pendidikan salafiyah. Menurutnya, salafiyah merupakan tradisi NU. “Dengan pakai sarung dan kopyah putih. Bagi sebagai kalangan itu sudah ketinggalan, tetapi di sini (pesantren), sarung dan kopyah putih merupakan seragam wajib,” ungkap Pengasuh Pesantren Al Ihsan Assalafi Kiai M. Faisol Zaini, Selasa (21/10).

Kemudian kitab kuning. Kitab yang tidak bisa dibaca dengan mudah itu menjadi santapan sehari-hari para santri. Meskipun dengan mudah ditemukan terjemahan di toko buku sekitar. “Itu kami lakukan agar para santri benar-benar memahami dari membaca lafadz hingga artinya. Kalau terjemahan kan hanya kulitnya saja. Bisa jadi ada kesalahan terjemahan,” urainya.

Selanjutnya, shalat jamaah. Setiap santri wajib mengikuti 5 (lima) waktu shalat berjamaah dan shalat Tahajjud. “Tidak ada shalat yang bisa dilakukan sendiri di sini. Semuanya wajib dengan berjamaah,” terang lelaki yang juga Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Leces ini.

Keempat, mengedepankan budaya musyawarah di setiap pengambilan keputusan. Misalnya, ada persoalan yang menyangkut kenakalan santri. Sebelum mengambil sanksi, majelis pengasuh terlebih dahulu mengkonfirmasi kepada pihak santri dan guru. “Itu semua agar lebih objektif dan tidak otoriter,” jelasnya.

Selanjutnya, mentradisikan latihan khotbah dan bilal. Santri yang sudah lulus diharapkan mampu mengabdi kepada masyarakat. Terutama menyangkut kebutuhan dasar seperti imam shalat Jum’at. “Agar santri siap saat terjun di tengah-tengah masyarakat. Maka wajib bagi santri memahami tata cara menjadi imam dan khotib shalat Jum’at,” tegasnya.

Selanjutnya, menjadikan kerja bakti sebagai aktivitas rutin di hari libur, bertepatan dengan hari Jum’at. Semua proses belajar diliburkan. Karena itu kerja bakti dilakukan pada hari Jum’at. “Kerja bakti itu mencakup bersih-bersih kamar mandi, kamar tidur dan musholla serta lingkungan pesantren,” tegasnya.

Selain aktivitas tersebut, sisanya membiasakan ziarah makam masyayikh, membaca tahlil, diba’ dan ratibul haddad serta sholat Dhuha. “Semua itu menjadi kegiatan yang wajib diikuti semua santri putra dan putri,” tambahnya.

Wujud kecintaan kepada NU tidak sampai di situ saja, legalitasnya pesantren ini pun berdiri di bawah Yayasan Al Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo. “Untuk NU tidak ingin setengah-setengah. Termasuk pesantren ini dikhimahkan kepada NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Share Button
Banner_468x60_biru312Banner_468x60_biru312
.:: Selamat dan Sukses Atas Kirab Resolusi Jihad dalam Rangka Memperimgati Hari Santri 22 Oktober 2015 ::. Selamat datang di website PCNU Gresik, kirimkan kritik dan saran anda ke kontak kami, dan untuk pemasangan iklan hubungi (031)3959597 atau melalui email ke pcnugresik@yahoo.co.id