40 PCNU dari 44 PCNU se-Jawa Timur Menolak AHWA dalam Musker PWNU Jatim

d0ab6ef140d5f5ac41828f1e39d7ec02

Upaya Pengurus Wilayah Nahdtul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk mengegolkan pemilihan Rais Am PBNU lewat sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) tampaknya kandas. Mayoritas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur yang hadir dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Musker) PWNU Jawa Timur menolak AHWA diberlakukan pada Muktamar NU ke-33 pada 1-5 Agustus 2015 mendatang. Acara Musker PWNU itu berlangsung Sabtu (13/06/2015) di kantor PWNU Jawa Timur. ”99,9 persen menolak AHWA,” tutur Ketua PCNU Kota Kediri Dr KH Ahmad Subakir kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (13/06/2015). Ketika diwawancarai BANGSAONLINE.com Kiai Subakir bersama rombongan dalam perjalangan pulang dari Musker menuju Kota Kediri.

Menurut Kiai Subakir, penolakan PCNU terhadap AHWA itu disampaikan dalam berbagai gaya bahasa. ”Ada yang halus, ada yang kasar dan ada yang tegas. Mereka menolak AHWA dengan berbagai argumentasi. Tapi intinya mereka minta kembali kepada AD/ART saja. Dalam AD/ART pasal 41 kan sudah jelas,” kata Kiai Subakir sembari menuturkan bahwa dirinya kebetulan masuk komisi organisasi dalam Musker tersebut.

”Saya bicara nomor 2. Intinya mereka menolak AHWA dan 70 persen mereka minta kembali ke AD/ART,” katanya lagi. Jadi dari 70 persen yang menolak AHWA alasannya sangat simple yaitu kembali saja AD/ART, sedang sisanya menolak AHWA dengan berbagai alasan.

Ketika ditanya apakah saat PCNU menolak AHWA itu disaksikan para pengurus PWNU Jawa Timur, termasuk Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar, Kiai Subakir mengiyakan. ”Ya, beliau datang ke rapat komisi organisasi (yang membahas AHWA-red) 30 menit sebelum rapat ditutup. Beliau tahu ketika PCNU menolak. Karena waktu beliau berada dalam rapat itu penolakan dari PCNU terus berlangsung,” kata Kiai Ahmad Subakir sembari mengatakan bahwa Kiai Miftahul Akhyar sempat menyaksikan sikap PCNU yang bicara kelima dari sekian PCNU yang memberi pandangan tentang AHWA. ”Kalau gak nomor 5 nomor 6,” katanya.

Bahkan, menurut Kiai Subakir, ketika Kiai Miftahul Akhyar berada dalam rapat komisi itu, ada PCNU yang menolak AHWA secara tegas. ”Rapatnya dipimpin Pak Sholeh Hayat (Wakil Ketua PWNU Jatim-red),” jelas Kiai Subakir.

Sumber BANGSAONLINE.com mengungkapkan tercatat 40 PCNU dari 44 PCNU di seluruh Jawa Timur yang menolak AHWA dalam Musker itu. Namun Kiai Subakir mengaku tak tahu jumlah persisnya. ”Karena saya tak menghitung. Tapi mayoritas menolak AHWA,” katanya.

Yang paling keras menolak AHWA adalah PCNU Kabupaten Probolinggo. Bahkan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi mengingatkan agar PWNU Jawa Timur menyampaikan sikap PCNU seluruh Jawa Timur yang menolak AHWA apa adanya dalam Munas NU (tanpa Konbes) yang berlangsung Minggu (14/06/2015) di Jakarta. ”Jangan ada ada kebohongan, jangan diplintir,” katanya tegas sembari menegaskan bahwa PCNU-PCNU di Jawa Timur sudah tahu sikap PWNU Jawa Timur yang sebenarnya.

”Kita ini semua ini tahu, kita ini bukan anak kecil,” katanya. Karena itu, ia mengingatkan PWNU Jawa Timur, jangan sampai memanipulasi sikap PCNU yang menolak AHWA.

Acara Musker di Kantor PWNU Jawa Timur ini berbeda dengan pertemuan PCNU dan PWNU di Ploso Kediri dan Sidogiri Pasuruan. Saat itu para PCNU sukut (diam) ketika PWNU Jawa Timur memberi arahan soal AHWA. Saat itu yang memberi arahan AHWA adalah KH Miftahul Akhyar dan KH Mas Subadar (pengurus NU yang dikenal sebagai tokoh Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Dalam Musker ini semua PCNU bersuara dan mayoritas menolak AHWA. Dengan demikian suara PCNU se-Jawa Timur ini tak bisa diklaim lagi menerima AHWA seperti klaim PWNU Jatim selama ini. (tim)

Sumber : www.bangsaonline.com

Share Button
Banner_468x60_biru312Banner_468x60_biru312
.:: Selamat dan Sukses Atas Kirab Resolusi Jihad dalam Rangka Memperimgati Hari Santri 22 Oktober 2015 ::. Selamat datang di website PCNU Gresik, kirimkan kritik dan saran anda ke kontak kami, dan untuk pemasangan iklan hubungi (031)3959597 atau melalui email ke pcnugresik@yahoo.co.id