Pengelolaan Profesional, RSI Mabarrot NU Bungah Jadi Jujukan Studi Banding

GRESIK – Pengelolaan secara profesional yang dilakukan Rumah Sakit Islam (RSI) Mabarrot NU, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi jujukan studi banding warga nahdliyin dalam pengelolaan klinik kesehatan.

Kali ini, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kembangbahu dan Paciran, Kabupaten Lamongan, ‘Nganggsu Kaweruh’ ke RSI Mabarrot NU Bungah. Mereka ingin belajar soal pendirian klinik hingga menjadi klinik profesional.

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), MWC-NU Bungah, Noto Utomo mengatakan, RSI Mabarrot merupakan klinik yang menjadi amal usaha MWC-NU Bungah.

Dia membeberkan, pelayanan yang profesional serta mengikuti perkembangan zaman merupakan salah satu kunci dari keberhasilan klinik yang dikelola.

“Pelayanan profesional serta mengikuti perkembangan zaman jadi kunci. Misalnya ketika rumah sakit lain melayani pasien BPJS, kita sejak tahun 2016 juga melayani pasien BPJS,” kata Noto, Minggu (23/9/2018).

Soal pendirian klinik, pria murah senyum yang juga anggota DPRD Gresik Fraksi PDIP itu membeberkan, memang administrasi pendirian, perijinan serta proses akreditasi rumah sakit memang rumit.

Sebab kata dia, untuk menjadi rumah sakit profesional, pengelola harus memiliki visi dan misi yang terstruktur dan mengikuti segala peraturan yang ada di pemerintah.

“Namun, ketika semua kompak, segala permasalahan akan selesai. Dan cita-cita memiliki klinik yang profesional akan tercapai, kami ingin klinik ini bisa jaya seperti dulu,” ucapnya.

Bagaimana cara RSI Mabarrot bisa dikenal masyarakat? Noto menjelaskan terdapat berbagai kiat tersendiri. Kiat tersebut antara lain dengan cara menyosialisasikan melalui banom yang ada di NU ke masyarakat luas.

Dia menyontohkan, ketika Muslimat dan Fatayat maupun Banom NU lainnya berkumpul, mereka melakukan sosialisasi soal keberadaan rumah sakit yang dikelola MWC-NU ke masyarakat luas.

“Selain itu, jika pasien mempunyai Kartu NU. Maka, pengelola dapat membebeskan biaya sewa kamar, itu akan meringankan biaya perawatan rumah sakit,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua MWC-NU Bungah, KH Ali Murtadlo mengatakan, untuk mendirikan klinik sebagai amal usaha, pengurus harus belajar ikhlas dan memiliki visi dan misi ter-arah sesuai harapan kiai NU terdahulu.

Menurutnya, kader NU harus mempunyai jiwa pejuang. Di bidang kesehatan misalnya, para kader NU harus bisa berkontribusi dalam rangka turut melakukan pengembangan klinik sebagai amal usaha.

“Kita butuh kader yang benar-benar memperjuangkan NU. Turut memajukan NU di bidangnya,” tutup KH Ali Murtadlo, Ketua MWC-NU, Bungah. (*)

Share Button
Banner_468x60_biru312Banner_468x60_biru312
.:: Selamat dan Sukses Atas Kirab Resolusi Jihad dalam Rangka Memperimgati Hari Santri 22 Oktober 2015 ::. Selamat datang di website PCNU Gresik, kirimkan kritik dan saran anda ke kontak kami, dan untuk pemasangan iklan hubungi (031)3959597 atau melalui email ke pcnugresik@yahoo.co.id