GRESIK | NUGres – Menjelang Mujahadah Kubro yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan 16 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
Informasi yang dihimpun NUGres, data sementara jemaah dari 16 MWCNU se-Kabupaten Gresik mencapai 1.125 orang.
“Alhamdulillah, sejauh ini masing-masing MWCNU di bawah koordinasi PCNU Gresik sudah mengirimkan data peserta Mujahadah Kubro dengan jumlah 1.125 jemaah,” terang Wakil Sekretaris PCNU Gresik, Ustadz Heri Priyanto, kepada NUGres, Jumat (6/2/2026) siang.
Lebih lanjut, ribuan peserta Mujahadah Kubro tersebut akan diberangkatkan menggunakan 17 bus besar dan 34 kendaraan roda empat (R4).
Untuk mempermudah pengawalan, skema pemberangkatan dibagi menjadi dua wilayah. Pertama, rombongan MWCNU wilayah utara, Gresik kota, dan wilayah tengah akan berkumpul di halaman Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 16.00–16.30 WIB.
Selanjutnya, tepat pukul 16.30 WIB, rombongan diberangkatkan melalui Tol KLB dengan pengawalan dua mobil Patwal Polres Gresik dan transit di rest area Sidoarjo.
Kelompok kedua, yakni MWCNU wilayah selatan, akan berangkat langsung dari akses Tol Kedamean/Driyorejo. Rombongan ini dikawal tim pengawalan dari masing-masing Polsek, kemudian transit di rest area Sidoarjo untuk bergabung dengan rombongan Patwal Polres Gresik. Setelah seluruh rombongan berkumpul, pengawalan dilanjutkan hingga tiba di lokasi.
Dikatakan Ustadz Heri, setelah peserta tiba di drop zone, jemaah turun dari bus untuk menuju titik transit di Polkesma guna istirahat dan menunaikan salat. Setelah itu, seluruh peserta menuju Stadion Gajayana dengan berjalan kaki secara bersama-sama.
Hingga berita ini ditulis, PIC PCNU Gresik dan MWCNU di 16 Wakil Cabang NU se-Gresik terus berkoordinasi secara intensif. Info mutakhir, panitia lokal dalam pelaksana Mujahadah Kubro juga menyediakan tempat istirahat, tempat bersih diri, hingga dapur umum dengan daya tampung sesuai laporan jamaah yang ikut.
Editor: Chidir Amirullah

