CERME | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Cerme kembali menyelenggarakan pertemuan rutin. Kali ini dilaksanakan di Ranting Fatayat NU Morowudi Kulon pada Ahad, 20 Juli 2025.
Acara yang digelar di TPQ Maarif NU Nuruddin, Dusun Morowudi Kulon ini merupakan hasil sinergi antara pengurus harian, koordinator bidang dakwah, dan koordinator bidang sosial PAC Fatayat NU Cerme.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Cerme, pengurus Ranting NU Morowudi, Kepala Desa Morowudi, serta perwakilan pengurus PR Fatayat NU dari seluruh wilayah PAC Cerme.
Sebanyak 110 kader Fatayat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan yang tinggi.
Acara diawali dengan qiroatul Qur’an dan pembacaan shalawat Nabi bil qiyam sebagai bentuk pembinaan ruhani serta menumbuhkan mahabbah kepada Rasulullah saw. Setelah itu, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Fatayat, Ya Lal Wathon, serta shalawat Nahdliyah guna memperkuat rasa nasionalisme dan semangat membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Mengingat kegiatan ini berlangsung di bulan Muharram—bulan penuh keutamaan—PAC Fatayat NU Cerme juga menyelenggarakan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Sebanyak 45 anak yatim dari Morowudi Kulon dan delegasi dari 27 ranting Fatayat NU se-Anak Cabang Cerme menerima santunan dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya Wakil Ketua PAC Fatayat NU Cerme Hamimatus Shofa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sahabat Fatayat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik melalui pemikiran, tenaga, maupun dana.
“Kami berharap kegiatan santunan yang telah berjalan secara istiqamah selama dua tahun ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang,” ungkapnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadz H. Effendy selaku perwakilan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Cerme. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan tiga poin penting.
“Pertama pentingnya kolaborasi antar Banom NU dalam mendukung program-program MWCNU. Kedua, urgensi kaderisasi dan rekrutmen kader Fatayat maupun Muslimat yang sesuai dengan ketentuan usia sebagaimana diatur dalam AD/ART. Ketiga, pentingnya mengenal struktur kepemimpinan Fatayat dari tingkat pusat hingga ranting untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi organisasi,” papar H. Effendy.
Dengan semangat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai Aswaja, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi ranting-ranting lainnya untuk terus menghidupkan tradisi, memperkuat solidaritas, dan menebar manfaat bagi umat.
Penulis: Husni Fitriawan
Editor: Chidir Amirullah
Editor: Chidir Amirullah

