Edukasi Tata Kelola Zakat untuk Takmir Masjid dan Musala, PRNU PPS Gresik Gelar Ngaji Amil

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Edukasi tata kelola zakat untuk takmir masjid dan musala, PRNU PPS (Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pondok Permata Suci) Gresik, menggelar Ngaji Amil, Sabtu (28/2/2026) malam. Foto: dok PRNU PPS/NUGres

MANYAR | NUGres – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pondok Permata Suci (PPS) Gresik menggelar Ngaji Amil: Pelatihan Pengelolaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal, Sabtu (28/2/2026) di Masjid Baitussalam PPS. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh para pengurus takmir masjid dan musala di lingkungan Perumahan PPS I, PPS II, dan GSP, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Pelatihan menghadirkan Ustadz Badrus Sholeh, S.Ag., Kepala Cabang LAZISNU PCNU Gresik sebagai fasilitator. Ia memberikan pemaparan komprehensif mengenai tata kelola zakat fitrah dan zakat mal sesuai ketentuan syariat.

Ketua PRNU PPS, Dr. Anharul Mahfudz, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, program Ngaji Amil sangat relevan dan penting, terutama menjelang akhir Ramadan, ketika para pengurus masjid dan musala akan dihadapkan pada tugas pengelolaan zakat.

Doktor Nanang—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa meski kepengurusan PRNU PPS terbilang baru, komitmen untuk menghadirkan program-program edukatif akan terus diperkuat. Ia berharap dukungan dari seluruh elemen takmir agar program keumatan dapat berjalan optimal.

“Walaupun kepengurusan ini masih baru, kami berterima kasih atas dukungan panjenengan semua terhadap program PRNU PPS. Insyaallah ke depan akan ada program lain yang juga membutuhkan sinergi bersama,” ujarnya.

Dalam sesi materi, Ustadz Badrus Sholeh menjelaskan secara rinci aturan pengelolaan zakat fitrah dan zakat mal, termasuk perbedaan mendasar antara zakat, infak, dan sedekah. Ia menekankan bahwa distribusi (tasharuf) zakat harus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan delapan asnaf (mustahik), tanpa didasari rasa iba semata.

“Dalam mentasarufkan zakat tidak boleh hanya karena rasa kasihan. Harus sesuai ketentuan syariat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ngaji Amil malam itu menjadi bentuk edukasi sekaligus bimbingan teknis bagi para amil di lingkungan PPS dan sekitarnya. Peserta dibekali pemahaman tentang hak dan kewajiban amil, etika saat berhadapan dengan muzakki, hingga tahapan distribusi zakat kepada mustahik secara tertib dan akuntabel.

Selain dihadiri seluruh pengurus takmir masjid dan musala di lingkungan PPS, tampak hadir Ketua Tanfidziyah MWCNU Manyar KH Ainul Ma’arif bersama jajaran, juga hadir Ketua Lazisnu MWCNU Kebomas M. Munir Maksum. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya tata kelola zakat yang profesional dan sesuai syariat.

Ustadz Badrus berharap, pelatihan ini dapat menginspirasi lembaga-lembaga yang selama ini telah mengelola zakat, tetapi belum terdaftar sebagai JPZIS NU CARE LAZISNU atau belum berstatus amil syar’i, agar dapat bergabung dan menguatkan sistem pengelolaan zakat di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment