GRESIK | NUGres – Suasana Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik malam itu dipenuhi antusiasme. Belasan ibu-ibu berbusana muslim dengan warna senada tampak duduk rapi di deretan depan, menunggu giliran tampil mempersembahkan seni qasidah. Sesekali mereka menoleh ke arah panggung, lalu ke penonton yang bertepuk tangan dan bersorak meramaikan gedung cagar budaya di Jalan Pahlawan tersebut.
Belakangan diketahui bahwa para ibu itu merupakan warga Pulau Bawean. Mereka menamakan grup qasidahnya “Srikandi Bawean Putri”, yang kali pertama diperkenalkan kepada publik pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Perkumpulan Seni Qasidah Islami (PASQI) Kabupaten Gresik.
Kepada NUGres, pimpinan grup, Hj Amanah, menceritakan perjalanan kelompok seni yang tengah ia kembangkan. “Ini tampil perdana di acara PASQI. Kami sudah berdiri dua tahun,” tuturnya sambil menata napas usai tampil memukau, Ahad (7/12/2025).
Hj Amanah berharap “Srikandi Bawean Putri” terus tumbuh menjadi grup yang lebih baik, maju, dan mampu memberi warna bagi kesenian di Pulau Bawean. “Kalau di Bawean, qasidah itu ngetren disebut Zamrah. Ada juga kesenian lain seperti Mandailing, Pencak Silat, Kercengan, dan Samman,” jelasnya.
Sebagai anggota PASQI Gresik, grup ini berkomitmen memperkenalkan lagu-lagu berbahasa lokal Bawean yang sarat nilai dan makna, sekaligus memperkaya khazanah seni qasidah daerah.
Perayaan HUT ke-8 PASQI tahun ini mengusung tema “Memperkuat Identitas PASQI sebagai Wadah Berkarya Bersama Pelestarian Seni Qasidah di Kabupaten Gresik”. Sebanyak 28 grup qasidah baru turut memeriahkan acara tersebut, dari total lebih dari 60 grup yang berada di bawah naungan PASQI.
Pembina PASQI Gresik, Sutrisno, menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya menargetkan terbentuknya 100 grup qasidah, baik dari masyarakat umum, perusahaan, instansi, maupun lembaga pendidikan formal dan nonformal.
Ketua Umum PASQI Gresik, Saadatul Fitriyah S.Pd.I., menilai HUT ke-8 menjadi momentum refleksi perjalanan PASQI sejak berdiri hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa PASQI telah menjadi ruang ekspresi bagi perempuan di Gresik.
Fitri, juga mengapresiasi seluruh grup yang tampil serta panitia dan undangan yang memberikan dukungan. “Alhamdulillah, bahagia sekali. Di usia kedelapan ini PASQI semakin berkembang dengan banyaknya grup yang bergabung. Ini membuktikan bahwa kesenian tetap dibutuhkan sebagai ruang silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di tengah masyarakat Gresik,” ujarnya.
Editor: Chidir Amirullah



