GRESIK | NUGres – Memasuki hari ketiga Hari Raya Idulfitri, Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Gresik, mulai menggelar anjangsana pada Selasa (24/3/2026). Kegiatan mengunjungi beberapa pengurus NU dan alumni itu diawali dari wilayah selatan Kabupaten Gresik, sebagai momentum merawat silaturahmi.
Sebelum pelaksanaan, pengurus organisasi pelajar NU ini telah memetakan rute anjangsana ke dalam empat zonasi wilayah. Pembagian ini meliputi Wilayah Selatan, Barat, Tengah, dan Utara, guna memastikan seluruh elemen yang menjadi bagian dari keluarga besar IPNU IPPNU dapat terjangkau secara merata.
Rangkaian anjangsana ini menyasar berbagai tokoh penting, baik para kiai, pengurus NU, hingga para alumni IPNU IPPNU yang tersebar di Kabupaten Gresik. Kehadiran rombongan disambut hangat sebagai bentuk kesinambungan hubungan antara generasi pelajar dengan para Kiai, tokoh dan senior alumni IPNU IPPNU.
Khusus di wilayah Gresik Selatan, rombongan pengurus PC IPNU IPPNU Gresik mengunjungi sejumlah tokoh. Di antaranya ke kediaman Wakil Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Nurhuddin di Driyorejo, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH Mulyadi yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ihsan di Menganti, serta sejumlah tokoh Alumni IPNU IPPNU di wilayah Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom.
Selain bersilaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog ringan antara pengurus dengan para tokoh NU dan alumni yang dikunjungi. Berbagai pesan, nasihat, serta harapan disampaikan kepada para pengurus sebagai bekal bagi kader IPNU IPPNU dalam melanjutkan peran organisasi di tengah masyarakat.
Anjangsana dimulai sejak pagi hari pukul 07.30 WIB dengan titik keberangkatan dari Gedung PCNU Gresik. Rombongan bergerak secara terorganisir menyusuri titik-titik kunjungan yang telah ditentukan sebelumnya dengan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan ini pun berlangsung hingga petang hari dengan lancar dan penuh kehangatan. Melalui anjangsana ini, PC IPNU IPPNU Gresik tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai tradisi, penghormatan kepada para ulama, serta kesinambungan kaderisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Editor: Chidir Amirullah

