Hadapi Kemarau Panjang Prediksi BMKG, Kades Sumurber Gresik Imbau Warga Hemat Hasil Panen

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Warga Sumurber Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik saat memanen padi. Foto: ist/NUGres

PANCENG | NUGres – Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil padi dan komoditas pertanian lainnya. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani dan telah menerapkan swasembada pangan dari hasil panen di lahan persawahan desa.

Momentum Kenduri Ketupat yang digelar di Lapangan Pasar Desa Sumurber pada Jumat, 27 Maret 2026 kemarin, menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan warga. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bumdesa Madurejo tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat.

Di tengah tingginya partisipasi warga, Kepala Desa Sumurber Hunaifi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan imbauan penting agar masyarakat mulai berhemat, terutama dalam penggunaan sumber daya menghadapi kondisi cuaca ke depan.

Dalam sambutannya, ia mengingatkan adanya prakiraan musim kemarau 2026 dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sementara itu, melansir situs resmi BMKG, musim kemarau diprediksi datang lebih awal, yakni pada periode April hingga Juni, dengan kondisi yang lebih kering dan berlangsung lebih lama dari biasanya di sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia.

Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah serta potensi munculnya El Niño pada pertengahan hingga akhir tahun.

Sebagai informasi, pada tahun ini Desa Sumurber berpotensi menghasilkan panen padi hingga 1.833 ton, dengan rata-rata produktivitas mencapai 6,5 ton per hektare. Kondisi ini diharapkan tetap terjaga meski menghadapi tantangan musim kemarau yang diprediksi lebih panjang.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment