KEBOMAS | NUGres – Di depan ribuan jamaah yang secara khidmat mengikuti Haul Akbar ke-421 Kanjeng Sunan Prapen di Desa Klangonan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Bupati H. Fandi Akhmad Yani hadir dan mengapresiasi secara langsung kegiatan tersebut, khususnya pembacaan manakib yang disampaikan sesepuh setempat.
Turut mendengarkan kronik sejarah Nusantara era Sunan Giri hingga Sunan Prapen yang dituturkan oleh KH Aunur Rokhim Masyhud, Bupati Gus Yani menyatakan pentingnya menyimak dan meneladani kisah orang-orang saleh, para orang mulia, dalam hal ini yakni Sunan Giri dan keluarganya.
Gus Yani yang memang secara istiqamah menghadiri haul Sunan Prapen dari tahun ke tahun itu memberikan pemaknaan mendalam tentang Giri.
“Giri bukan sekedar wisata religi. Tetapi Giri punya pondasi peradaban. Berdirinya dakwah agama Islam dan pemerintahan,” ujarnya.
Dikatakannya bila salah satu jejak peradaban Giri ialah situs Giri Kedaton yang berlokasi di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Hingga kesempatan pagi tadi sebelum hadir di haul malam itu, Gus Yani bercerita kalau ia menerima kunjungan tamu dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Sebuah lembaga di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Di depan tim balai trowulan itu, Bupati Gresik Gus Yani menyampaikan bahwa pihaknya ingin merekonstruksi situs Giri Kedaton.
“Kulo pamitan wau ke (tim) Trowulan, ayo po’o direkonstruksi lagi (situs Giri Kedaton) tapi kami butuh pendampingan,” ucapnya. Menurut Gus Yani situs ini merupakan bagian penting dari sejarah peradaban di Kabupaten Gresik.
Di penghujung sambutan yang disampaikan, Gus Yani meneguhkan semangat ribuan jamaah yang hadir agar sedianyaistikamah menyimak kisah-kisah orang salih. Ia juga mendoakan para putra-putri jamaah yang hadir menyimak manakib ini diberkahi dan mendapati keturunan birrul walidain, berbakti pada orang tua.
Editor: Chidir Amirullah

