Hangatnya Ramadan di Harlah ke-14 SMKS Ihyaul Ulum Gresik: Santunan Yatim dan Buka Bersama Penuh Kebersamaan

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Hangatnya Ramadan di Harlah ke-14 SMKS Ihyaul Ulum Gresik: Santunan Yatim dan Buka Bersama Penuh Kebersamaan. Foto: Mila/NUGres

DUKUN | NUGres – Sore Ramadan di kompleks Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Kecamatan Dukun Gresik terasa berbeda. Di Mushollah Al Ihya’ Bani Rusydi, sejumlah siswa, guru, dan pengurus organisasi pelajar tampak berkumpul dalam suasana yang hangat dan khidmat. Senyum anak-anak yatim yang duduk rapi di barisan depan menjadi pemandangan yang menenangkan, seakan menegaskan bahwa Ramadan selalu menghadirkan ruang berbagi dan menumbuhkan kepedulian.

Momentum itu menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-14 SMKS Ihyaul Ulum. Pada Rabu, 11 Maret 2026, sekolah yang berada di lingkungan pesantren tersebut menggelar santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU SMKS Ihyaul Ulum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut dalam mengabdi di dunia pendidikan.

Sebanyak 25 anak yatim hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menerima santunan dalam suasana sederhana namun sarat makna. Para siswa yang tergabung dalam organisasi pelajar tampak sigap membantu jalannya acara, sementara para guru dan tamu undangan menyimak rangkaian kegiatan dengan penuh kebersamaan. Ramadan seolah mempertemukan banyak hati dalam satu tujuan: berbagi kebaikan.

Kepala SMKS Ihyaul Ulum, H. Muhammad Ata Syifa’ Nugraha, S.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan sekolah yang kini memasuki usia ke-14 tahun. Baginya, usia tersebut menjadi penanda bahwa SMKS Ihyaul Ulum terus dipercaya masyarakat untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan.

“Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah. Alhamdulillah, SMK Ihyaul Ulum telah berusia 14 tahun. Puji syukur kepada Allah, SMKIU diberi kepercayaan berkiprah dalam bidang keilmuan yang menjadi dasar kemuliaan manusia,” ungkapnya dengan penuh khidmat.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar sekolah untuk menjadikan momen harlah ini sebagai ruang refleksi. Menurutnya, tugas mendidik generasi muda bukan sekadar menyiapkan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemuliaan yang berakar pada ajaran agama.

“Semoga SMKIU mampu mengemban tugas berat tersebut, sehingga lahir manusia-manusia mulia sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT Sang Maha Kuasa. Al Fatihah,” tambahnya, sebelum doa bersama dipanjatkan oleh seluruh hadirin.

Menjelang waktu berbuka, suasana mushala semakin hangat. Penyerahan santunan kepada anak-anak yatim menjadi momen yang paling menyentuh. Senyum mereka, disertai rasa haru para hadirin, menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari kepedulian yang sederhana.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan buka puasa bersama. Kehadiran pengurus PK IPNU IPPNU, para guru, serta para siswa semakin menegaskan bahwa SMKS Ihyaul Ulum tidak hanya menekankan keunggulan kompetensi, tetapi juga menumbuhkan landasan spiritual yang kuat—sejalan dengan napas pesantren yang menjadi tempat tumbuhnya lembaga pendidikan tersebut.

Penulis: Siti Jamilah
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment