GRESIK | NUGres – Menjelang pelaksanaan tradisi Sanggring atau Kolak Ayam, panitia bersama tokoh agama melakukan ziarah ke makam Sunan Dalem yang berada di kompleks makam Sunan Giri di Gresik, Sabtu (7/3/2026). Ziarah tersebut bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang selalu dilakukan panitia sekitar lima hari menyambut pelaksanaan Sanggring. Tujuannya untuk mendoakan Sunan Dalem sekaligus berdoa kepada Allah Swt memohon kelancaran rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan tersebut.
Ketua panitia Sanggring, Didik Wahyudi, mengatakan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada Sunan Dalem sebagai tokoh yang diyakini memiliki peran penting dalam sejarah tradisi Sanggring di Desa Gumeno.
“Panitia melakukan ziarah dan sowan ke makam Sunan Dalem. Selain berdoa, juga sebagai bentuk permohonan izin atau amit sewu karena akan menyelenggarakan tradisi Sanggring yang merupakan warisan beliau,” ujarnya.
Tradisi Sanggring sendiri diselenggarakan setiap malam 23 Ramadan di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada Sunan Dalem yang dikenal sebagai putra pertama Sunan Giri serta penyebar ajaran Islam di wilayah tersebut.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Sanggring atau Kolak Ayam merupakan ramuan yang dahulu digunakan untuk menyembuhkan sakit yang diderita Sunan Dalem. Setelah mengonsumsi ramuan tersebut, Sunan Dalem dipercaya kembali sehat seperti sedia kala. Sejak saat itu, masyarakat setempat melestarikan tradisi pembuatan Kolak Ayam sebagai bagian dari peringatan dan doa bersama.
Takmir Masjid Sunan Dalem, Su’udi, menjelaskan bahwa pelaksanaan tradisi Sanggring tahun ini merupakan yang ke-501. “Dengan melakukan ziarah ke makam Sunan Dalem, kami berharap seluruh rangkaian kegiatan Sanggring ke-501 dapat berjalan lancar tanpa kendala apa pun,” katanya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Sanggring akan dimulai pada 10 Maret 2026 dengan acara Gebyar Selawat. Sementara puncak acara akan digelar pada Kamis 12 Maret 2026 bertepatan dengan malam 23 Ramadan 1447 Hijriah.
Pada puncak acara tersebut, masyarakat akan berkumpul di Masjid Sunan Dalem Gumeno untuk mengikuti doa bersama serta pembagian Sanggring atau Kolak Ayam kepada para jamaah dan pengunjung.
Panitia juga mengundang masyarakat umum, khususnya warga Gresik dan sekitarnya, untuk turut hadir dalam puncak perayaan tradisi ini yang akan dimulai setelah salat Asar hingga malam hari.
Tradisi Sanggring tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya masyarakat Gresik yang telah berlangsung selama ratusan tahun dan terus dijaga hingga kini.
Penulis: Nur Mahmudiyah
Editor: Chidir Amirullah

