GRESIK | NUGres – Beragam perayaan Hari Perempuan Internasional diselenggarakan oleh berbagai kelompok dan organisasi yang memiliki perspektif inklusif. Momentum ini menjadi pengingat sekaligus penguat perjuangan perempuan, termasuk kelompok rentan lainnya.
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Kebun Pemulihan Gresik bersama PC Fatayat NU Gresik berkolaborasi dengan Kelurahan Gending, PKK Gending, Pattiro Gresik, WPA (Warga Peduli AIDS), KPG (Koalisi Perempuan Gresik), Asa Bergending, serta LKP3A Fatayat NU menggelar kegiatan konseling kelompok dan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS, Ahad (8/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Balai Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Selain sesi diskusi dan pembelajaran, acara juga semakin semarak dengan kegiatan berbagi sayur hasil panen kepada para peserta.
Dalam sesi sosialisasi, peserta diajak memahami cara pencegahan HIV/AIDS serta bagaimana bersikap ketika berinteraksi dengan ODHIV (Orang dengan HIV). dr. Nila Hapsari Rachmat Ilahi, salah satu anggota WPA sekaligus Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan PC Fatayat NU Gresik, menyampaikan materi secara interaktif.
dr. Nila juga mengajak peserta untuk memahami pentingnya menghapus stigma terhadap ODHIV serta membangun sikap empati dan dukungan di lingkungan masyarakat.
Selain itu, Nur Khumaidatuz Zahroh dari Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Fatayat Nahdlatul Ulama (LKP3A Fatayat NU) PC Fatayat NU Gresik memandu sesi praktik konseling kelompok. Para peserta diajak berkelompok untuk mempraktikkan secara langsung peran sebagai konselor dan konseli, sekaligus memahami prinsip-prinsip dasar dalam memberikan pendampingan.
Ketua Koalisi Perempuan Gresik, Iin Hidayati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena para perempuan dapat kembali berkumpul, duduk melingkar, saling berbagi pengalaman, serta saling menguatkan.
“Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan Hari Perempuan Internasional semata, tetapi juga mampu memperkuat solidaritas perempuan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan dan perlindungan kelompok rentan,” imbuhnya.
Penulis: Nensi Indriati
Editor: Chidir Amirullah

