GRESIK | NUGres – Pemenang sayembara logo Hari Jadi Kabupaten Gresik (Harjagres) ke-539 telah ditetapkan. NUGres, menaruh minat lantaran sosok Juara 1 merupakan kader Ansor di wilayah Kabupaten Gresik.
Hal itu diketahui sesaat setelah dimumkan akun media sosial Pemerintah Kabupaten Gresik, nama Mohamad Arif segera beredar luas. Saat ucapan perayaan selamat atas ditetapkan Juara 1, 2, 3 dan Juara Favorit itu, terdapat pula berseliweran sebuah flyer yang diluncurkan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidayu.
NUGres menghubungi Ketua PAC GP Ansor Sidayu H. M. Alaika Nasrullah. Saat dihubungi, sahabat Alek demikian sapaan Ketua Ansor Sidayu itu membenarkan, bila pemenang Juara 1 Sayembara Logo Harjagres 539 itu merupakan salah satu pengurus GP Ansor di wilayah Kecamatan Sidayu.
“Iya betul, sahabat Arif. Dia memang pengurus PAC GP Ansor Sidayu di Departemen Publikasi Media dan Cyber,” terang sahabat Alek.
Selanjutnya, NUGres akhirnya mendengar langsung cerita sahabat Arif. Satu hal yang ingin diketahui media ini, yakni dalam rangka memberikan edukasi bagi kreator digital yang kini banyak diminati kader muda NU. Hal yang ingin diselami diantaranya seperti bagaimana proses kreatif Logo Harjagres 539, apa saja pandangan imajiner yang melatarbelakangi hadirnya logo disajikan, hingga tantangan yang dihadapi sahabat Arif.
“Saya tidak menyangka diumumkan sebagai Juara 1. Karena saya anggap—saya ini termasuk generasi yang sudah tidak muda lagi, karena sepertinya yang mengikuti lomba sayembara logo hari jadi ini kebanyakan pesertanya anak muda,” ucap angkatan D3 Desain Grafis Unesa tahun 2006 itu, Jumat (27/2/2026), kepada NUGres.
Kendati begitu, sahabat Arif tidak kendor untuk mencoba. Pasalnya, desain logo adalah sebagian dari kegemaran sekaligus keahliannya. Hal itu dapat ditelusuri dari berbagai desain logo di akun instagram. Paling lama desain logo yang pernah ia buat tahun 2019. Ia pun merasa perlu untuk berkontribusi menyumbangkan karya melalui kemampuan serta alat ia miliki sebagai ungkapan rasa bangga terhadap Kabupaten Gresik.
“Ide saya berangkat tidak jauh dari juara pada tahun sebelumnya, saat itu juri lebih memilih pemenang lombanya yang menampilkan ikon Bandeng, meskipun banyak sekali icon yang ada di Gresik ini untuk disajikan di logo tersebut. Kemudian saya berpikir—merasa peluang untuk memenangkan lomba ini juga tidak jauh dari apa yang terjadi di tahun lalu, akhirnya saya memutuskan juga untuk membuat satu icon saja, daripada membuat banyak ikon yang rame untuk diulik, mengingat juara tahun lalu sudah menampilkan Bandeng, akhirnya saya memutuskan memilih ikon yang berbeda yakni Rusa Bawean,” bebernya.
Lebih menarik lagi, sahabat Arif tidak sekadar memilih ikon Rusa Bawean, namun ia perlu memberikan makna dan filosofi visual yang kuat.
“Setelah ketemu ide ikon Rusa Bawean, saya memikirkan seperti apa yang cocok dengan tema Kabupaten Gresik. Yaitu ‘Semangat Gresik Baru Lebih Maju’. Saya akhirnya menemukan konsep yang menarik dan mungkin ini kuat dengan temanya, yaitu mendesain Rusa yang sedang berlari melompat maju ke depan, dan itu sangat pas dengan tema yang diangkat” ungkapnya.
Sahabat Arif juga menceritakan proses pembuatan logo besutannya membutuhkan waktu dua hari. Dalam pengerjaan yang ia lakukan, ia memanfaatkan waktu di sela-sela pekerjaan usaha menjual es batu balok–meneruskan yang telah dirintis orang tuanya.
“Saya lembur selama dua hari pengerjaan logo ini. Dari riset sampai eksekusi finalnya di sela kegiatan kerja rutin jualan. Kesulitannya adalah menemukan bentuk angka 539 menjadi seekor rusa yang berlari maju ke depan, setelah menemukan bentuk 53-nya pas, tantangan selanjutnya ada pada angka 9-nya. Dan ini sangat menyita waktu istirahat. Karena desain logo yang baik harus punya keseimbangan yaitu bagus secara visual dan juga ada pesan yang dikomunikasikan,” ujar lelaki 39 tahun ini.
Lebih jauh, ia mengungkapkan kalau terdapat pula pesan khusus kenapa ia memilih berbentuk Rusa Bawean ini.
“Saya juga ingin menyampaikan pesan khusus, dan mungkin ini bisa disebut sebagai mengkampanyekan, bahwa Rusa Bawean adalah ikon Kabupaten Gresik di Pulau Bawean yang harus kita jaga” tukasnya.
Dengan memakai teknik bentukan origami style, akhirnya ia bisa menyelesaikan final logonya lebih tepat waktu, dua hari sebelum deadline akhir pengumpulan logonya.
Di akhir kisahnya kepada NUGres, ia berharap untuk Kabupaten Gresik yang kini telah berumur 539 tahun ini, menjadi Gresik Baru Lebih Maju, Pemerintahan dan Masyarakatnya harus punya semangat dan optimis yang kuat dalam bersinergi untuk memajukan kota tercinta ini ke depanya, seperti halnya logo Rusa Bawean yang ia buat, yang menampilkan semangat bertahan hidup untuk terus maju di tengah ancaman kepunahan.
Editor: Chidir Amirullah

