BUNGAH | NUGres – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah kembali menghadirkan program Lailatul Kopdar dalam rangka menghidupkan malam-malam mulia bulan suci Ramadan, dengan melanjutkan ngaji Kitab Al-Miskul Al-Faih (Aroma Misik yang Tersebar), sebuah kumpulan dawuh Mbah Hasyim Asy’ari.
Digelar mulai 20 Februari hingga 8 Maret 2026, Lailatul Kopdar yang telah memasuki periode keempat pada Ramadan tahun ini, bertempat di Aula KH Hasyim Asy’ari Gedung MWCNU Bungah. Untuk diketahui, Lailatul Kopdar merupakan program kolaborasi antara lembaga-lembaga dan Banom-banom dalam naungan MWCNU Bungah. Mulai dari lembaga Aswaja Center, LTN, PAC IPNU, IPPNU, GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, dan yang lain.
“Pada dasarnya, Lailatul Kopdar ini adalah untuk menghidupkan malam-malam penuh berkah di bulan Ramadan. Lalu untuk memperkuat tali silaturrahmi antar-jamiyah, antar-Banom, antar-lembaga, dan seluruhnya,” ucap Ketua Aswaja Center MWCNU Bungah, Hasan Mahfudz, Jumat (20/2/2026).
Di Lailatul Kopdar tahun pertama dan kedua, kitab yang digunakan adalah kitab Arbain Nawawi. Sementara yang ketiga mulai dengan kitab Al-Misku Al-Faih, sebuah kitab kumpulan dawuh KH. Hasyim Asy’ari yang dihimpun oleh Gus Nanal Ainal Fauz. Dan yang keempat ini, melanjutkan pada halaman 35 pada bab Izzul Ummati Bittihadi Kalimatiha (ummat bisa hebat karena bersatu-padu).
Gus Nanal, sapaan akrabnya, mengapresiasi gelaran Lailatul Kopdar MWCNU Bungah dengan pihaknya berharap agar jamiyah Nahdlatul Ulama dapat mengamalkan dan mempraktekkan apa yang dinasehatkan oleh KH. Hasyim Asy’ari dalam kehidupan sehari-hari, utamanya dalam berorganisasi.
Sosok yang getol mengkaji naskah manuskrip ulama dan turots Nusantara itu juga mengajak para nahdliyin, khususnya di Bungah, agar selalu semangat melestarikan, mengkaji dan menyebarkan turots peninggalan ulama Nusantara.
“Sebagaimana kita tahu, daerah Gresik, daerah Bungah, adalah salah satu daerah yang jasanya luar biasa dalam melestarikan syariat dan keilmuan Islam sejak berabad-abad yang lalu,” katanya dalam pesan yang diterima LTN MWCNU Bungah, sambil berharap pelaksanaan Lailatul Kopdar berjalan lancar dan diberikan manfaat dan keberkahan.
Pada gilirannya, Ketua Lailatul Kopdar 2026, Ayatullah Kaunang menjelaskan bahwa persiapan Lailatul Kopdar sejauh ini sudah 90 persen siap, mulai dari penentuan lokasi acara, menjadwal para Qori’, menjadwal puluran, konsumsi, dokumentasi hingga doorprize.
Beberapa Qori’ yang akan membacakan kitab di Lailatul Kopdar diantaranya Ketua Tanfidziyah MWCNU Bungah KH. M. Ala’uddin, Ust. Nailul Muna, Dr. Ainul Khalim, Ust. Ahmad Sodiq, Ust. Ahmad Rosyikin, dan sebagainya.
“Harapan dapat dilaksanakan dengan lancar dan membawa manfaat bersama,” ujar pengurus harian Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Bungah ini.
NU Satu Komando
Saat ngaji, KH. M. Alauddin membacakan kitab dengan metode letterjick khas pesantren. Ketua Tanfidziyah MWCNU Bungah itu menjelaskan bab Izzul Ummati Bittihadi Kalimatiha dengan banyak bercerita kejayaan Islam zaman dahulu dengan dibandingkan dengan Barat.
“Semuamya bersatu padu. Tujuannya satu, ingin menjayakan Islam. Mereka juga memiliki alasan satu, li I’lai kalimatillah (menjungjung tinggi kalimat Allah),” jelasnya sambil menjabarkan sejarah pembebasan Mesir dari jajahan Roma yang dipimpin oleh Amru bin Ash.
Cerita yang disampaikan sosok yang juga merupakan pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin itu penuh dengan hikmah, mulai dari ketakjuban Mukaukis, persatuan umat Islam, kekompakan dan 1 komando.
“Makanya, di NU juga harus 1 komando. Di NU ini strukturnya jelas. Harus 1 komando. Alhamdulillah, penentuan awal puasa juga 1 komando. Itulah ciri-ciri kebangkitan umat, 1 komando,” imbuhnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa kesatuan adalah kekuatan umat Islam. “Ketok semua bersatu, misalnya ketika Mbah Hasyim sudah mengeluarkan Resolusi Jihad, kabeh budal, Kiai dan Santri bersatu pergi–terjadilah 10 November. Barokah persatuan dan kesatuan, kita ditolong Allah. Semoga kita bisa terus menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam dan NKRI,” pungkasnya.
Penulis: Maghfur Munif
Editor: Chidir Amirullah

