Lailatul Kopdar Ramadan 1447 MWCNU Bungah Gresik: Nyai Lailatur Rohmah Tegaskan Besarnya Tanggung Jawab Ulama di Hadapan Allah

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pertemuan ke-11 Lailatul Kopdar Ramadan 1447 Hijirah yang digelar MWCNU Bungah, Senin (2/3/2026), Nyai Lailatur Rohmah menegaskan besarnya tanggung jawab Ulama di hadapan Allah. Foto: dok LTN MWCNU Bungah/NUGres

BUNGAH | NUGres – Kegiatan Lailatul Kopdar kembali digelar pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Aula KH. Hasyim Asy’ari, selepas shalat Tarawih. Majelis yang berlangsung khusyuk dan penuh antusiasme ini menghadirkan Qori’ sekaligus pemateri, Ibu Nyai Lailatur Rohmah, yang membahas tema besar مسؤولية العلماء (tanggung jawab para ulama).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur badan otonom Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Bungah. Dari kalangan IPNU IPPNU hadir Pimpinan Ranting (PR) Bungah, PR Pereng Kulon, PR Pereng Wetan, Pimpinan Komisariat MA Manbaul Ulum Mojopurogede, serta PAC (Pimpinan Anak Cabang) Bungah.

Dari GP Ansor NU turut hadir PR Bungah, PR Melirang, PR Indrodelik, dan PR Kramat. Sementara dari Fatayat NU dihadiri PR Bungah, PR Pereng Kulon, PR Pereng Wetan, PR Karangpoh, serta ibu-ibu Muslimat NU se-Anak Cabang Bungah. Kehadiran mereka menambah semarak majelis ilmu yang sarat makna tersebut.

Dalam pemaparannya, Nyai Lailatur Rohmah menegaskan bahwa seluruh amal perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Setiap ucapan, tindakan, dan niat tidak akan luput dari hisab. Namun, Allah memberikan kekhususan kepada hamba-hamba pilihan-Nya seperti para sahabat, dzurriyah, ulama, kiai, dan orang-orang alim yang memiliki kedudukan istimewa.

Ia mencontohkan kisah Umar bin Khattab yang ketika didatangi malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur, menjawab dengan tegas bahwa dirinya adalah sahabat dari Nabi Muhammad SAW. Kisah lain juga disampaikan tentang sahabat dari Imam Malik yang dikenal istiqamah dalam mengamalkan dan mengajarkan tauhid semasa hidupnya.

Dalam kajian tersebut juga ditekankan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang paling mengasihi umatnya. Di akhirat kelak, Rasulullah akan menanti umatnya di pintu surga untuk memberikan syafaat agar mereka terselamatkan dari siksa neraka. Syafaat itu sendiri terbagi dalam beberapa bentuk: ada yang menghalangi datangnya azab dan ada pula yang meringankan azab.

Salah satu amalan yang disebutkan memiliki keutamaan syafaat adalah Surah Al-Mulk. Dijelaskan bahwa membaca dan menghafalnya dapat menjadi pelindung dari siksa kubur. Jika belum mampu menghafal, maka membacanya secara rutin setiap hari sudah menjadi bentuk ikhtiar untuk meraih pertolongan Allah SWT.

Lebih lanjut, Nyai Lailatur Rohmah menegaskan bahwa tanggung jawab seorang alim atau ulama sangat besar, bahkan disejajarkan dengan tanggung jawab para nabi dalam menyampaikan kebenaran.

Ulama memiliki amanah untuk membimbing umat, menjaga ajaran agama, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh teladan yakni Ustazah Syifa Hito (putri Prof. Dr. Hasan Hito) sebagai seorang alimah yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengajar tafsir, hadis, dan fikih dengan disiplin yang sangat tinggi. Namun demikian, setiap muslim pada hakikatnya juga memikul amanah: menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Mengenai tantangan dakwah di masyarakat Nyai Lailatur Rohmah menekankan pentingnya bagi para santri dan organisasi (seperti Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU) untuk terjun ke masyarakat pedesaan. Ia menyoroti bahwa masih banyak masyarakat awam yang belum memahami tata cara ibadah dasar, seperti wudhu dan shalat yang benar. Oleh karena itu, dakwah harus dilakukan secara langsung dan sabar, bahkan jika harus dilakukan tanpa bayaran, demi memperbaiki pemahaman agama di tingkat bawah.

Sebagai penutup, diingatkan kembali pentingnya menyempurnakan wudhu, seperti memastikan air membasuh seluruh area wajah termasuk batas rambut dan mengalirkan air (membasuh), bukan sekadar mengusap, agar ibadah menjadi sah dan sempurna.

Suasana majelis yang hening dan penuh perhatian mencerminkan kesadaran para peserta akan pentingnya ilmu dan peringatan tentang kehidupan akhirat. Lailatul Kopdar malam itu bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum memperdalam keimanan dan mempertegas komitmen dalam menjalani kehidupan yang penuh tanggung jawab.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh, memperbaiki diri, serta semakin siap menghadapi hari pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Penulis : Ahmad Mubarok & Ahmad Nur Muhammad Ali Hasby
Editor: Maghfur Munif

Leave a comment