Lailtul Kopdar Pertemuan ke-5 MWCNU Bungah Gresik: Ustadz Muhaimin Sampaikan Pentingnya Meneguhkan ʿAhd, Persatuan, serta Menyelamatkan Umat dari Perpecahan

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Lailtul Kopdar Pertemuan ke-5 MWCNU Bungah Gresik, Selasa (24/2/2026) malam, Qori' yang bertugas yakni Ustadz Muhaimin menyampaikan pentingnya meneguhkan ʿAhd, memperkuat persatuan, hingga menyelamatkan umat dari perpecahan. Foto: SC YouTube MWC NU Bungah

BUNGAH | NUGres – Selasa malam 24 Februari 2026, bertepatan dengan 6 Ramadan 1447 Hijriah, menjadi malam yang sarat makna dalam rangkaian Lailatul Kopdar. Di tengah suasana Ramadan yang menenangkan jiwa, para kader dari berbagai elemen berkumpul bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan. Lebih dari 80 peserta hadir menunjukkan bahwa antusiasnya dalam semangat belajar dan memperbaiki diri masih menyala kuat.

Dalam tausiyah Qori’ Lailatul Kopdar kali ini Ustadz Muhaimin, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga ʿAhd (perjanjian) di antara sesama manusia. Ia menekankan bahwa santri Mbah Hasyim bukan hanya pewaris nama besar, tetapi juga pewaris nilai.

Dikatakannya, nilai itu terletak pada kesetiaan terhadap janji, komitmen terhadap kesepakatan, dan tanggung jawab dalam menjaga persatuan. “عهد فيما بين الناس” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan fondasi yang menentukan kokoh atau runtuhnya sebuah jamaah.

Ustadz Muhaimin mengungkapkan, bahwa penyakit paling mematikan bagi umat adalah perpecahan: “أقتل الأدواء للأمة داء التفرق”. Banyak kelompok yang awalnya kuat, besar, dan penuh potensi akhirnya runtuh bukan karena serangan dari luar, melainkan karena retaknya kepercayaan di dalam. Ketika ego lebih diutamakan daripada musyawarah, ketika prasangka lebih didengar daripada klarifikasi, dan ketika ambisi pribadi mengalahkan kepentingan bersama, di situlah bibit perpecahan tumbuh perlahan namun pasti.

Ilmu yang disampaikan malam itu bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk diterapkan. Menjaga perjanjian berarti disiplin terhadap kesepakatan, konsisten dalam tanggung jawab, serta tidak mudah berpaling ketika situasi berubah.

Dalam organisasi, ini berarti hadir ketika dibutuhkan, mendukung keputusan bersama meski tidak selalu sesuai keinginan pribadi, dan tetap menjaga adab dalam perbedaan pendapat. Karena perbedaan adalah sunnatullah, namun perpecahan adalah akibat dari tidak terjaganya hati dan komitmen.

Ustadz Muhaimin juga menyoroti pentingnya kepercayaan diri sebagai kekuatan internal. Kepercayaan diri bukanlah kesombongan, melainkan keyakinan yang lahir dari niat yang lurus dan tujuan yang jelas. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri akan teguh dalam pendirian, tidak mudah goyah oleh tekanan, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar.

Namun ketika hati mulai lemah dan keyakinan mulai goyah, maka kesabaran adalah obatnya. Karena Allah bersama orang-orang yang sabar, dan kesabaran itulah yang menjaga seseorang tetap berada di jalan yang benar.

Kegiatan ini dihadiri oleh kader IPNU-IPPNU PR Mojopurowetan, PR Pereng Wetan, PR Masangan PK MA Manbaul Ulum Mojopurogede, serta PAC Bungah. Turut hadir GP Ansor NU PR Mojopurowetan, PR Kramat, PR Masangan, dan PAC Bungah, serta Fatayat NU PR Mojopurogede, PR Kalitebon, dan PAC Bungah (All PH). Pertemuan lintas badan otonom ini menjadi bukti bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan yang harus terus dirawat.

Dari Lailatul Kopdar ini, tersirat satu pelajaran besar: kekuatan bukan hanya pada jumlah, tetapi pada kesatuan hati. Komitmen yang dijaga akan melahirkan kepercayaan. Kepercayaan akan melahirkan kekuatan. Dan kekuatan yang dibangun di atas persatuan akan mampu menghadapi tantangan apa pun.

Sebagai kesimpulan, menjaga perjanjian yang telah disepakati adalah benteng utama agar tidak terjadi perpecahan. Ramadan menjadi momentum untuk memperbaiki niat, menata ulang hati, dan memperkuat barisan. Jika setiap individu mampu memegang teguh ʿahd, bersabar dalam ujian, serta mengutamakan persatuan di atas kepentingan pribadi, maka jamaah akan tetap kokoh, perjuangan akan terus berjalan, dan keberkahan akan menyertai setiap langkah.

Penulis : Ahmad Mubarok & Ahmad Nur Muhammad Ali Hasby
Editor: Maghfur Munif

Leave a comment