GRESIK | NUGres – Program P2MI-BK (Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas) resmi memulai kegiatan kick off pelatihan keterampilan usaha mikro bagi purna PMI dan keluarga PMI. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6–7 April 2026, bertempat di Balai Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Pelatihan dilaksanakan secara bertahap dan terjadwal mulai April hingga Mei 2026 di 10 desa dampingan, yakni Desa Wotan, Campurejo, Dalegan, Sumurber, Mentaras, Imaan, Lowayu, Banyuurip, Ngemboh, dan Cangaan.
Pelaksana Program P2MI-BK Kabupaten Gresik, Moh. Sholikhul Hadi, S.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali purna PMI dan komunitas desa dengan kemampuan teknis dan manajerial, sekaligus membuka akses permodalan berbasis digital.
“Pelatihan keterampilan usaha mikro ini dilaksanakan guna membekali purna PMI dan komunitas desa dengan kemampuan teknis, manajerial, hingga akses permodalan digital,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya melahirkan individu yang terampil dalam berbisnis, tetapi juga mendorong terbentuknya kelompok usaha komunitas yang solid melalui sinergi lintas sektor.
Lebih lanjut, Sholikhul Hadi menuturkan bahwa purna PMI diharapkan mampu menyusun rencana bisnis yang berkelanjutan serta menjadi motor penggerak ekonomi sirkular di tingkat desa dengan mengedepankan prinsip bisnis hijau (green business) yang ramah lingkungan.
Selama dua hari pelatihan di tiap desa, peserta akan difasilitasi oleh praktisi ekonomi dan profesional di bidang bisnis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat jejaring (networking) serta meningkatkan kemampuan digital marketing guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Panceng, Yono, S.P., mewakili Pemerintah Kecamatan Panceng, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan keterampilan UMKM bagi purna PMI dan keluarga PMI yang digelar oleh Lakpesdam PBNU.
Ia secara khusus menyoroti empat desa yang menjadi lokus utama pendampingan, yakni Desa Wotan, Sumurber, Dalegan, dan Campurejo, dalam program penguatan perlindungan pekerja migran berbasis komunitas (P2MI-BK), Senin (6/4/2026).
“Harapan kami, pelatihan ini mampu melahirkan produk unggulan desa yang dibangun oleh komunitas purna PMI,” ujarnya.
Tak hanya itu, Yono juga menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir ke-41 Lakpesdam PBNU. Ia berharap di usia tersebut, Lakpesdam PBNU semakin berkembang dan program-program yang dijalankan di desa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Editor: Chidir Amirullah

