Lestarikan Cagar Budaya, Pemuda Desa Lasem Gresik Gelar Istighosah dan Doa Bersama

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pemuda di Desa Lasem Kecamatan Sidayu menginisiasi kegiatan religi yang melibatkan partisipasi secara kolektif elemen masyarakat, Kamis (26/6/2025), dalam rangka melestarikan cagar budaya desa setempat. Foto: Akhsanul/NUGres

SIDAYU | NUGres – Dalam rangka melestarikan cagar budaya sekaligus memperkuat spiritualitas masyarakat, para pemuda Desa Lasem bersama IPNU IPPNU, pemerintah desa, dan masyarakat setempat menggelar istighosah dan doa bersama di halaman komplek Makam Sentono, Kamis malam (26/6/2025), bertepatan 29 Dzulhijjah 1446 Hijriah.

Khataman Al Qur’an pada pagi hari mengawali, kemudian dilanjutkan di malam hari dengan pembacaan Yasin, tahlil dan istighosah, ditutup dengan do’a yang dipimpin tokoh masyarakat desa setempat.

Kepala Desa Lasem Kecamatan Sidayu Gresik, H. Khoiri S.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif para pemuda. Pihaknya berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan.

“Dengan kolaborasi antara pemuda, organisasi pelajar, dan masyarakat, kita bisa menjadikan situs-situs bersejarah ini tetap hidup dan bermakna bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Sementara menurut Dhani, Ketua Pelaksana acara ini, menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk mendoakan para leluhur serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan merawat situs cagar budaya yang ada di desa. Tak hanya itu, ia bahkan tidak menyangka bahwa masyarakat desa menyambut dengan antusias dalam acara ini.

“Istighosah ini bukan hanya kegiatan spiritual, tetapi juga bentuk kepedulian kami terhadap warisan sejarah dan budaya lokal, dan saya juga tidak menyangka masyarakat didesa lasem bisa seantusias ini” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Komplek Makam Sentono itu berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, hingga warga dari berbagai kalangan. Suasana kian khidmat terasa ketika doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan desa, dan kelestarian nilai-nilai luhur peninggalan para pendahulu.

Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sejarah lokal kembali digelorakan. Menunjukkan bahwa pemuda Desa Lasem tak hanya melek budaya, tetapi juga aktif menjaga warisan nenek moyang dengan cara-cara yang religius dan bermakna.

Penulis: Akhsanul Hamdani
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment