GRESIK | NUGres – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gresik didorong untuk mematangkan diri menjadi kader yang sholeh secara personal, sosial, dan publik.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ramadhan Movement Tadarus Pergerakan yang digelar Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Gresik di Aula Kantor MUI Kabupaten Gresik, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan ini diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah, serta sesi Tadarus Pergerakan yang menghadirkan Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun, M.Ag sebagai pemateri. Momentum tersebut dimanfaatkan para kader PMII untuk memperkuat spiritualitas sekaligus refleksi gerakan organisasi di bulan suci Ramadhan.
Ketua Umum PC PMII Gresik Muhammad Dafa Abie Almadhani, S.H., berharap kegiatan Ramadhan Movement tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga menjadi ruang penguatan intelektualitas dan semangat gerakan kader.
“Kami berharap dengan Ramadhan Movement ini, selain kita beribadah bersama, dari sisi intelektualitas dan gerakan juga bisa menambah semangat pergerakan PMII Gresik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah berbagai dinamika dan kritik terhadap relevansi gerakan mahasiswa.
“Semoga PMII Gresik semakin solid. Kita sadar betul bahwa kritik terhadap relevansi selalu ada, namun tugas kita bersama adalah menunjukkan arah gerak PMII Gresik ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Keagamaan PC PMII Gresik Moch. Mujianto, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak atas berjalannya kegiatan ini, terutama kerja sama seluruh pengurus cabang PMII Gresik serta dukungan pengurus komisariat dan rayon PMII se-Kabupaten Gresik,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Makmun, M.Ag menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan mulia penuh ampunan dan kesempatan meraih keselamatan dari api neraka.
“Bulan Ramadhan ini begitu mulia, bulan maghfiroh. Ibaratnya Allah sedang membagikan tiket menuju surga. Semoga kita termasuk orang-orang yang ‘itqumminannar’, yaitu mereka yang dibebaskan dari api neraka,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadhan tidak hanya mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga melatih kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Dalam konteks kaderisasi PMII, Sekretaris Umum MUI Gresik itu menerangkan bahwa bulan Ramadhan menjadi momentum penting untuk mematangkan diri sebagai kader yang memiliki kesalehan personal, sosial, hingga publik.
“Itu selaras dengan tujuan PMII, kesalehan sosial dijelaskan dalam ‘terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap’, kemudian saleh sosial dijelaskan dalam ‘bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya’, dan saleh publik dijelaskan dalam ‘berkomitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia’,” jelas Alumni PMII Gresik ini.
Menjadi kader PMII, lanjut Makmun, harus menjadi manusia yang tuntas kesalehan personalnya. Setelah itu menuju kesalehan sosial dengan menjadikan PMII sebagai madrasah tempat belajar, berdiskusi tentang berbagai isu kerakyatan, dan membangun kepedulian sosial.
“Tahapan berikutnya adalah kesalehan publik, yakni keterlibatan nyata kader PMII di ruang-ruang publik untuk memperjuangkan nilai-nilai yang diperjuangkan organisasi,” katanya.
Makmun juga mencontohkan bagaimana proses kaderisasi di PMII memberikannya perspektif keberpihakan kepada masyarakat yang terpinggirkan. Ia menceritakan pengalamannya ketika di MUI Kabupaten Gresik dalam mendirikan Pesantren At-Taubah di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Gresik.
“Perspektif keberpihakan kepada masyarakat yang terpinggirkan itu saya peroleh dari PMII. Sejak 2016 hingga sekarang, alhadulillah MUI Gresik bisa menjalankan Pesantren At-Taubah di Rutan Gresik yang para santrinya merupakan warga binaan,” ungkapnya.
Editor: Chidir Amirullah

