Melalui Dzibaan, PR IPNU IPPNU Mojopurowetan Bungah Gresik Perkokoh Karakter Pelajar NU

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU Mojopurowetan Bungah Gresik, kembali melaksanakan program rutin dziba' sebagai ikhtiar memperkokoh karakter Pelajar NU, Ahad (1/6/2024) malam. Foto: dok PR IPNU IPPNU Mojopurowetan/NUGres

BUNGAH | NUGres – Ahad malam, 1 Juni 2025, pukul 19.00 WIB hingga selesai, Musholla Hayatul Hasanah Mojopurowetan Bungah, menjadi saksi berlangsungnya kegiatan rutin Dzibaan yang diadakan oleh Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU Mojopurowetan bersama sejumlah pelajar NU setempat.

Kegiatan itu telah menjadi agenda rutin yang sarat makna dalam upaya menyemai nilai-nilai keagamaan dengan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya di lingkungan NU.

Dzibaan merupakan amaliyah pembacaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang diiringi lantunan sholawat, doa. Kegiatan ini sebagai upaya menumbuhkan cinta kepada Rasulullah Saw, menjaga dan melestarikan tradisi keislaman ala Nahdlatul Ulama, serta menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan para pelajar dan remaja.

Ketua PR IPNU Mojopurowetan, Mohammad Adrian Rizqi Tsani menyampaikan bahwa Dzibaan merupakan wadah sekaligus media silaturahmi yang menguatkan karakter kader muda NU.

“Melalui Dzibaan, kami ingin mengajak seluruh rekan-rekanita IPNU IPPNU serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama menghidupkan tradisi NU, memupuk cinta kepada Rasulullah, dan membangun kebersamaan dalam perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Kegiatan rutinan diawali dengan salam pembuka dari MC, disusul pembacaan basmalah dan surat Al-Fatihah. Selanjutnya pembacaan Maulid Dziba’ secara bersama-sama atau dipimpin satu orang, diselingi lantunan sholawat dan mahalul qiyam. Ditutup dengan doa penutup yang memohon keberkahan, kegiatan berlanjut dengan sesi ngobrol santai, makan ringan, dan sharing program organisasi.

Anggota Departemen Dakwah dan Keislaman PR IPNU IPPNU Mojopurowetan Muhammad Azmil Imtiyaz menambahkan bahwa Dzibaan adalah sarana strategis dalam pembinaan keagamaan dan penguatan nilai-nilai Aswaja di kalangan pelajar NU.

“Kader IPNU IPPNU secara tidak langsung dibentuk menjadi pribadi yang religius, mencintai tradisi, dan siap melanjutkan perjuangan ulama,” harapnya.

Kegiatan ini memperkuat karakter kader, mempererat ukhuwah, serta menjadi media dakwah yang membumi di masyarakat,” jelas rekan Azmil.

Rekanita Jihan Nanda Safira, anggota Departemen Dakwah dan Sosial Masyarakat PR IPNU IPPNU Mojopurowetan, memandang bahwa Dzibaan juga merupakan penguatan karakter keislaman dan pelestarian budaya religius di kalangan pelajar NU.

“Dzibaan bukan hanya media untuk bersholawat dan mengenang kelahiran Rasulullah Saw, tetapi juga ruang edukatif untuk belajar membaca kitab, melatih mental tampil di depan umum, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia,” ungkapnya.

Dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, rutinan Dzibaan PR IPNU IPPNU Mojopurowetan menjadi momen penting yang tidak hanya mengisi waktu luang para pelajar dengan kegiatan positif, melainkan juga membentuk generasi NU yang religius, cerdas, beradab, danberjiwa sosial tinggi.

Penulis: Ahmad Mubarok
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment