Mengenal Sahabati Amilus, Nakhoda Komisariat PMII Ihyaul Ulum Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Sahabati Amilus, Ketua Pengurus Komisariat PMII Ihyaul Ulum Gresik masa khidmat 2025 - 2026. Foto: dok PK PMII Ihyaul Ulum/NUGres

GRESIK | NUGres – Sahabati Amilus, demikian sapaan akrab aktivis perempuan muda di lingkungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik. Nama lengkapnya adalah Amilussolihatun Nisa’, sosok yang kini menjadi nakhoda baru PMII Komisariat STAI Ihyaul Ulum Gresik untuk masa khidmat 2025–2026.

Perempuan kelahiran Lamongan ini kini berdomisili di Desa Mentaras, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Aktivis berusia 23 tahun itu aktif di organisasi kemahasiswaan yang merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama tersebut.

Amilus menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah 2 Bangil, Pasuruan, selama enam tahun (2015–2021). Selama masa nyantri serta khidmahnya, ia juga telah menyelesaikan Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) pada tahun 2021 di Probolinggo.

Dalam perjalanan kaderisasinya di PMII, Amilus telah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di PK PMII Ihyaul Ulum pada tahun 2023, kemudian melanjutkan ke Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Universitas Islam Lamongan (Unisla) Veteran dua tahun setelahnya.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2024 ia mengikuti Studi Islam dan Gender (SIG) di Nganjuk, serta menyelesaikan Sekolah Kader Korps PMII Putri (KOPRI) Gresik tahun 2025 yang digelar di Gedung PCNU Gresik.

Kini, mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah STAI Ihyaul Ulum Gresik semester lima itu dipercaya memimpin Komisariat PMII Ihyaul Ulum setelah ditetapkan dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-12.

Usai resmi dilantik pada 3 November 2025 bersama jajaran kepengurusan, ke depan, sahabati Amilus berkomitmen membawa PMII Ihyaul Ulum menuju arah yang lebih progresif dengan semangat kebersamaan.

“Setahun ke depan, saya mencanangkan terbentuknya kader-kader PMII Ihyaul Ulum yang kritis dan memiliki semangat kolektif yang solid,” tandasnya kepada NUGres, Selasa (4/11/2025).

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment