GRESIK | NUGres – Peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) dalam kalender Masehi 1926–2026 diperingati oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik bersama MWCNU Gresik, badan otonom, lembaga NU, serta diikuti warga Nahdliyin. Kegiatan tersebut dikemas dalam Napak Tilas 1 Abad Lahirnya NU Gresik dalam kalender Hijriah yang digelar pada Jumat (30/1/2026) pagi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab Panji Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan oleh jajaran pengurus MWCNU Gresik, PAC GP Ansor, dan Satkoryon Banser Gresik. Kirab dimulai dari depan Kantor MWCNU Gresik di Jalan MH Thamrin menuju Masjid Jami Gresik.
Sebuah kendaraan hias yang oleh masyarakat Gresik dikenal dengan sebutan “sepur kelinci” tampak terparkir tepat di depan Kantor MWCNU Gresik. Kendaraan bernuansa kereta kencana tersebut dihiasi ornamen semarak dan membawa pigura berukuran 60 x 90 sentimeter yang membingkai Panji Nahdlatul Ulama. Kantor MWCNU Gresik sendiri diketahui merupakan bekas Kantor PCNU Gresik sebelum berpindah ke Jalan Raya Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Kirab Panji dilepas secara resmi oleh jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Gresik dengan diawali tawasul dan pembacaan shalawat. Ratusan murid dari lembaga pendidikan di bawah naungan MWC LP Ma’arif NU Gresik turut ambil bagian dalam kirab tersebut. Mereka tampak antusias sambil membawa miniatur bendera NU di kedua tangan.
Setibanya di Masjid Jami Gresik, kegiatan dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik Dr. KH. Mulyadi yang didampingi Katib Syuriyah KH. Abdul Malik, Wakil Ketua Dr. H. Jazuli, Wakil Sekretaris Asadi Iksan dan Ahmad Zainuddin, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kebomas KH. Munhammir, Ketua MWCNU Gresik Ustadz Zainuri beserta jajaran, para dzuriyah muassis dan muharrik NU, pengurus takmir Masjid Jami Gresik, para kiai, guru pendamping, serta pengurus badan otonom NU tingkat anak cabang Gresik.

Sambutan Ketua PCNU Gresik menjadi inti acara dalam momentum napak tilas tersebut. KH. Mulyadi menyampaikan bahwa napak tilas satu abad NU merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah 100 Tahun NU yang diselenggarakan PCNU Gresik berkolaborasi dengan MWCNU Gresik.
“Kita patut bersyukur kepada Allah Swt. karena telah ditakdirkan untuk mengenang para ulama pejuang yang telah mengawali perjuangan NU. Jika dibandingkan kondisi dahulu dan sekarang, maka patut kita syukuri. Khidmah kita hari ini masih belum ada apa-apanya dibandingkan para pendahulu,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti tersebut.
KH. Mulyadi juga menegaskan bahwa Masjid Jami Gresik merupakan tonggak penting berdirinya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Gresik. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para takmir yang selama ini merawat dan menjaga tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah agar tetap hidup dan berkelanjutan di masjid tersebut.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di makbarah yang berada di depan bangunan Masjid Jami Gresik. Rombongan kemudian melanjutkan kirab menuju makbarah para muassis dan muharrik NU di Pemakaman Islam Tlogopojok. Pembacaan Yasin dan tahlil berlangsung khidmat, sekaligus menjadi penutup rangkaian napak tilas dengan pesan untuk meneladani spirit perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama.
Editor: Chidir Amirullah



