GRESIK | NUGres – Pertengahan Ramadan 1447 Hijriah akan dihiasi fenomena astronomi langka. Berdasarkan perhitungan hisab, pada Selasa Wage, 13–14 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 3 Maret 2026 M, akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT).
Informasi ini disampaikan oleh KH Ibnu Zahid Abdo el-Moeid, Wakil Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur sekaligus Dewan Pakar Lembaga Falakiyah PCNU Gresik.
Dalam rilis yang diterima NUGres, Jumat (27/2/2026), Kiai Moeid menyampaikan bila Gerhana berlangsung mulai pukul 09:49:57 UT atau 16:49:57 WIB hingga pukul 13:17:15 UT atau 20:17:15 WIB.
Secara global, gerhana ini dapat disaksikan di wilayah Asia Timur, Australia, dan Amerika. Sementara itu, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika tidak dapat menyaksikannya. Kota Makkah dan Madinah juga tidak mengalami gerhana karena saat peristiwa berlangsung, posisi bulan masih berada di bawah ufuk.
Kiai Moeid juga menyampaikan bila Gerhana bulan total diawali dengan fase penumbra pada pukul 15:44:11 WIB dan berakhir pada 21:23:01 WIB. Namun, fase penumbra umumnya sulit dikenali secara kasat mata karena bulan hanya tampak sedikit redup.
Perubahan signifikan mulai terlihat saat fase umbra dimulai pukul 16:49:57 WIB. Fase total dimulai pukul 18:04:23 WIB, mencapai puncak pada 18:33:36 WIB, dan berakhir pukul 19:02:49 WIB.
Durasi gerhana tercatat selama 3 jam 27 menit 19 detik. Adapun fase totalnya 58 menit 25 detik, dengan magnitude umbra 1,151 dan magnitude panumbra 2,184.
“Indonesia termasuk wilayah yang dapat menyaksikan fenomena ini. Namun, sebagian besar wilayah Indonesia tidak dapat melihat detik-detik awal gerhana karena saat itu bulan belum terbit,” tulis Kiai Moeid.
Sementara wilayah yang bisa menikmati gerhana secara utuh sejak awal hingga akhir antara lain Papua, Maluku, dan sebagian wilayah ujung Sulawesi.
“Kota-kota seperti Jayapura, Merauke, Manokwari, Sorong, Ambon, Ternate, dan Tobelo masuk dalam Zona 1 atau wilayah yang dapat menyaksikan seluruh fase gerhana,” sambungnya.
Sementara itu, kota-kota seperti Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Kupang, dan Makassar masuk Zona 2, yakni tidak dapat melihat awal gerhana, namun bisa menyaksikan fase total hingga akhir. Jakarta dan sebagian wilayah Sumatera berada di Zona 3, di mana bulan terbit ketika gerhana sudah memasuki fase total.
Adapun Medan dan Banda Aceh berada di Zona 4, hanya dapat menyaksikan fase akhir gerhana. Perhitungan ini disusun dengan markas hisab Surabaya, Jawa Timur.
Di akhir pemaparannya, Kiai Moeid mengingatkan sekaligus mengajak, karena terjadi di pertengahan Ramadan, gerhana bulan total ini juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana (shalat khusuf) sesuai tuntunan syariat.
“Fenomena ini menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT, sekaligus ajakan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri di bulan suci,” pungkas Kiai Moeid.
Editor: Chidir Amirullah

