Peletakan Batu Pertama Tandai Pembangunan Musala dan Kantor Ranting NU Glatik Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Peletakan Batu Pertama menandai proses dimulainya Pembangunan Musala dan Kantor Ranting Nahdlatul Ulama Glatik Ujungpangkah Gresik, Kamis (26/3/2026). Foto: dok PRNU Glatik/NUGres

UJUNGPANGKAH | NUGres – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Glatik memulai pembangunan musala dan kantor ranting dengan menggelar peletakan batu pertama pada Kamis, (26/3/2026), bertepatan dengan 6 Syawal 1447 Hijriah.

Kegiatan ini berlangsung di lahan yang telah disiapkan sebagai lokasi pembangunan gedung Ranting NU Glatik di Jalan Utama Desa Glatik, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Rais Syuriyah MWCNU Ujungpangkah KH Mahrus Munir, Ketua Tanfidziyah Gus Nafisul Atho’, serta Gus Ahsib Arif dari Sidayu bersama jajaran pengurus dan tokoh NU di Ranting Glatik.

Ketua PRNU Glatik, Umar Bakri, S.Pd.I., menyampaikan bahwa gedung dan musala yang akan dibangun berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi yang merupakan wakaf dari H. Matlafir, yang juga pengurus Ranting NU Glatik. Ia menjelaskan, pembangunan ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat setempat.

“Insya Allah, sebelum masa khidmah kami berakhir, kami berharap gedung ini sudah berdiri dan dapat dimanfaatkan. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Umar Bakri.

Ketua panitia pembangunan gedung, Imamuddin, menambahkan bahwa desain bangunan mengusung konsep modern, sebagaimana terlihat dalam maket yang telah dipublikasikan.

“Diharapkan mampu menjadi kebanggaan warga NU di Desa Glatik, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik,” ujarnya. Panitia pembangunan juga berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai.

Sebelum prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan, kegiatan diawali doa bersama dengan suasana silaturahmi yang hangat dan penuh kebersamaan antara para pengurus dan warga yang hadir.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment