Pucuk Pimpinan Pelajar NU Gresik Ungkap Kepemimpinan Ideal di Era Transformasi Digital

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pucuk Pimpinan Pelajar NU Gresik Rekan Rohman (Ketua PC IPNU Gresik) dan rekanita Amina (Ketua PC IPPNU Gresik) memaparkan transformasi hingga strategi kepemimpinan pelajar, dalam sebuah forum diskusi berjuluk "Ngolah Pikir" yang diikuti oleh kalangan pelajar Gresik. Foto: Febri/NUGres

GRESIK | NUGres – Tantangan kepemimpinan di era digital menjadi topik hangat dan menarik dalam kegiatan “Ngopi” Ngolah Pikir yang diikuti para pelajar NU, digelar pada Sabtu 4 Oktober 2025, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Duduksampeyan.

Dua narasumber dihadirkan, yakni Ketua mandataris PC IPNU Gresik M. Fatkur Rohman, dan Ketua mandataris PC IPPNU Gresik Aminatus Sholiha. Keduanya secara kompak memaknai pentingnya transformasi kepemimpinan di tengah derasnya arus perubahan teknologi dan informasi.

Rekan Rohman dalam pemaparannya, menekankan bahwa pemimpin masa kini tidak cukup hanya sekadar memberi instruksi, tetapi harus menjadi sosok visioner yang mampu menggerakkan perubahan serta beradaptasi dengan teknologi.

Rekan Rohmam juga menyebut, platform digital membuka ruang bagi komunikasi dan pengambilan keputusan yang lebih cepat, transparan, dan partisipatif.

“Pemimpin di era digital harus mampu menjaga kedekatan dan kejelasan komunikasi, meskipun tidak selalu tatap muka. Literasi digital menjadi bekal penting agar kader IPNU–IPPNU tidak mudah terjebak arus informasi dan mampu menyaring kebenaran sebelum menyebarkannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan agar kader tidak melupakan jati diri dan nilai-nilai ideologis organisasi. “Transformasi digital boleh maju, tapi identitas kader NU harus tetap menjadi dasar perjuangan,” tandasnya.

Sementara itu, rekanita Amina dalam kesempatan yang sama mengulas berbagai tantangan kepemimpinan digital seperti disrupsi pekerjaan, kesenjangan teknologi, serta budaya kerja hybrid yang menuntut pemimpin tetap mampu memotivasi tim tanpa bertatap muka.

Menurutnya, pemimpin di era digital perlu melakukan empat bentuk transformasi, yakni self transformation (melek dan belajar digital), organizational transformation (struktur yang fleksibel dan adaptif), value-driven leadership (menjaga moral dan etika), serta empowering leadership (memimpin sambil memberdayakan).

“Transformasi digital sejatinya membutuhkan transformasi kepemimpinan. Pemimpin yang mampu memadukan teknologi dengan nilai kemanusiaanlah yang akan membawa organisasi tetap relevan di masa depan,” jelas Amina.

Kegiatan Ngolah Pikir di Duduksampeyan tersebut menjadi ruang reflektif bagi kader IPNU–IPPNU untuk memahami bagaimana nilai ideologis, etika, dan teknologi dapat berjalan beriringan dalam kepemimpinan modern.

Editor: Chidir Amrullah

Leave a comment