Ribuan Warga Padati Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Salat Idulfitri 1447 H Bersama Rais Syuriyah MWCNU Cerme Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ribuan warga memadati Masjid Jami’ Nurul Hidayah saat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H bersama Rais Syuriyah MWCNU Cerme Gresik, Sabtu (21/3/2026) kemarin. Foto: dok Takmir Masjid Jami' Nurul Hidayah Padeg/NUGres

CERME | NUGres – Ribuan warga Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, memadati kawasan Masjid Jami’ Nurul Hidayah untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026 kemarin. Sejak waktu subuh, jemaah mulai berdatangan demi mendapatkan tempat di dalam masjid.

Masjid Jami’ Nurul Hidayah menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan Salat Id di Kecamatan Cerme, dengan kapasitas mencapai sekitar 1.500 jemaah. Tingginya antusiasme masyarakat membuat saf sudah penuh sejak pagi hari, baik di dalam maupun di luar area masjid, sehingga pelaksanaan ibadah tetap berlangsung tertib dan nyaman.

Ketua Takmir Masjid Jami’ Nurul Hidayah, H. Moh. Jufri, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri di Desa Padeg berjalan aman, kondusif, dan lancar.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Idulfitri menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga, terutama setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.

Sementara itu, Sekretaris Takmir Masjid Jami’ Nurul Hidayah Desa Padeg yang juga Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme, Ustadz Harianto, M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat, khususnya warga Desa Padeg.

“Saya secara pribadi, keluarga, dan seluruh pengurus menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat,” tuturnya.

Pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini dipimpin oleh Drs. KH. Arsyad Jauhari selaku Rais Syuriyah MWCNU Cerme sebagai imam sekaligus khatib, dengan Ustaz Eko Wahyu Setiawan, S.Pd., bertugas sebagai bilal. Dalam khutbahnya yang bertema “Hindari Saling Menuntut di Hari Kiamat dengan Saling Memaafkan Selagi di Dunia”. KH. Arsyad Jauhari menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama manusia.

Ia menjelaskan bahwa saling memaafkan di dunia merupakan langkah preventif yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk menghindari tuntutan di akhirat.

“Di akhirat, harta dan uang tidak lagi berguna. Satu-satunya alat untuk menyelesaikan urusan antarsesama manusia adalah pahala amal saleh atau dengan menanggung dosa orang yang dizalimi. Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan, segeralah meminta maaf dan memaafkan agar terhindar dari kerugian yang kekal di akhirat,” tegasnya.

Seluruh rangkaian ibadah ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan umat, bangsa, serta kedamaian seluruh alam semesta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi foto bersama antarjemaah.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment