Saat LPNU MWCNU Kebomas Turut Ambil Bagian Menyemarakkan Tradisi Malam Selawe Gresik

Luthfi Anshori - NUGres Luthfi Anshori - NUGres
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) MWCNU Kebomas, turut ambil bagian di Malam Selawe yang berulang pada Sabtu (14/3/2026), dengan menghadirkan berbagai jajanan tradisional desa. Foto: dok LPNU MWCNU Kebomas/NUGres

KEBOMAS | NUGres – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kebomas melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kebomas turut ambil bagian dalam perayaan tradisi Malam Selawe di Gresik, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, LPNU Kebomas memfasilitasi lima ranting NU yang ikut berpartisipasi dengan membuka stan jajanan tradisional. Lima ranting tersebut yakni Ranting NU Indro, Sukorejo, Gulomantung, Randuagung, dan Singosari.

Beragam jajanan khas disajikan oleh masing-masing ranting. Ranting NU Randuagung, misalnya, menjajakan kupat lepet dan kerupuk bandeng. Ranting NU Indro menghadirkan arum manis, kembang goyang, serta aneka jajanan tradisional lainnya.

Sementara itu, Ranting NU Sukorejo menyuguhkan berbagai jajanan khas seperti kerupuk simping kerupuk ikan, kentang simping, cengklong, hingga sapit bandeng yang menarik perhatian para pengunjung.

Ketua LPNU Kebomas, Budianto, ST, menyampaikan bahwa LPNU Kebomas berupaya memfasilitasi ranting-ranting NU yang ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan Malam Selawe, khususnya dalam mempromosikan dan menjual jajanan tradisional.

“LPNU Kebomas berupaya memfasilitasi ranting-ranting NU yang turut serta dalam kegiatan Malam Selawe ini. Harapannya, selain ikut melestarikan tradisi, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kebomas, KH. M. Muchsin Munhamir, mengapresiasi keterlibatan LPNU Kebomas bersama ranting-ranting NU dalam memeriahkan tradisi Malam Selawe.

Menurutnya, tradisi Malam Selawe merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Gresik yang memiliki nilai religius dan kebersamaan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tradisi Malam Selawe ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment