CERME | NUGres – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme menggelar kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sekargeneng masa khidmat 2025 – 2030, Senin (2/3/2026) malam, bertempat di Masjid Baitur Rohman, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam Cerme, tokoh lintas ormas Islam, serta jajaran struktural dan lembaga NU. Hadir secara langsung Ustadz Masidi selaku Ketua MUI Kecamatan Cerme, H. Umar Hasyim Camat Cerme, serta Kapolsek Cerme yang baru AKP Taufan Nugroho. Turut hadir pengurus MWCNU Cerme, perwakilan MUI, PC DMI, PC Muhammadiyah, LDII Kecamatan Cerme, Kepala Desa Kandangan, serta pengurus Ranting NU se-Kecamatan Cerme khususnya wilayah barat.
Selain itu, hadir pula jajaran Badan Otonom NU antara lain PAC Fatayat NU, Muslimat NU, Ansor, Banser, IPNU–IPPNU, dan Pagar Nusa Cerme, serta lembaga-lembaga NU seperti LDNU, LTMNU, LP Ma’arif NU, LWPNU, LAZISNU, dan LPNU Cerme.
Acara diawali dengan salat Isya, Tarawih, dan Witir berjamaah yang diimami oleh Ustadz Masidi yang juga merupakan Mustasyar MWCNU Cerme. Kegiatan dilanjutkan dengan santunan anak yatim yang diserahkan oleh unsur Muspika/Forkopimcam Cerme, MWCNU Cerme, serta NU Care LAZISNU Cerme sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Prosesi Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekargeneng dipandu oleh Ust. Nur Qomari selaku Sekretaris MWCNU Cerme dan dilantik secara resmi oleh KH. Masmu’ad. Pengurus yang dilantik akan mengemban amanah organisasi untuk masa khidmat 2025–2030.
Dalam sambutan dan arahannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme Ustadz Harianto menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadhan merupakan wadah silaturahmi, sarana menyapa warga NU, serta upaya merapatkan barisan jamiyyah. Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Pengurus Ranting NU Sekargeneng yang baru dilantik.
“Semoga Allah Swt memudahkan langkah pengkhidmatan yang kita lakukan. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, ikuti program MWCNU Cerme dengan menyesuaikan kultur, budaya, dan kondisi masyarakat setempat,” sambung Ust. Harianto sekaligus mengajak seluruh ranting untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi mewujudkan kemandirian umat.
Acara dilanjutkan dengan mauidhotul hasanah yang disampaikan oleh KH. Syamsuddin. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman. Selain sebagai penghapus dosa dan sarana melatih kesabaran, Ramadhan juga memiliki keutamaan besar karena doa orang yang berpuasa adalah mustajabah.
“Ini kesempatan panjenengan semua untuk memohon apa saja kepada Allah SWT, semoga langsung diijabah,” dawuh Kiai Syamsuddin. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Abdurrahman, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh tamu undangan.
Kegiatan Safari Ramadhan ini berlangsung dengan khidmat, penuh kehangatan, serta memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Penulis: Arif Fahrudin Insani
Editor: Chidir Amirullah

