GRESIK | NUGres – Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU perkuat lembaga GARFA dengan menyelenggarakan DTL (Diklat Tindak Lanjutan). Bertajuk “Penguatan Kapasitas Kader GARFA Menuju Kemandirian, Ketangguhan, dan Kepemimpinan Strategis”, di Kampoeng Gowes Depok pada Jumat – Ahad, 1 – 3 Agustus 2025.
Kegiatan dibuka dengan apel bersama yang dihadiri oleh BAINTELKAM Polri dan Ketua Umum PP Fatayat NU, Jum’at (1/8/2025). GARFA (Garda Fatayat NU) merupakan satuan pengamanan yang dibentuk oleh Fatayat NU untuk memberikan kontribusi khusus dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, keamanan dan ketahanan sosial.
Meskipun terbilang baru, lembaga GARFA PC Fatayat NU Gresik mendelegasikan Komandan GARFA PC Fatayat NU Gresik, Eka Herlin Rahayu Waskita, A.Md. yang sebelumnya juga mengikuti DTD (Diklat Tingkat Dasar) Satkorwil GARFA Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur di Pasuruan, pada 11-13 Juli 2025.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Garda Fatayat NU hadir untuk memperkuat ketahanan masyarakat, menumbuhkan kesadaran kritis, serta mendorong terciptanya keadilan sosial di berbagai lini kehidupan.
“Alhamdulillah, salah satu kader terbaik Fatayat NU Gresik turut berpartisipasi dalam DTL yang diikuti langsung oleh Komandan Satkorcab GARFA PC Fatayat NU Gresik,” kata Masruroh dihubungi tim media PC Fatayat NU Gresik, Jumat (1/8/2025).
Ke depan, lanjut sahabat Masruroh, langkah strategisnya yakni membentuk GARFA di 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Cabang Fatayat NU Gresik, secara serentak.
“Harapannya, GARFA dapat menjadi motor penggerak program kegiatan yang mampu merespons cepat terhadap isu-isu sosial, budaya, dan kemanusiaan, sekaligus menjalankan fungsi protokoler dan pengawalan dalam setiap kegiatan Fatayat NU di semua tingkatan,” tandas Ketua PC Fatayat NU Gresik.
Hal seturut juga disampaikan Ketua II PC Fatayat NU Gresik Nur Laili, M. Pd, ia berharap delegasi Gresik yakni sahabat Eka, agar dapat menjadi kader Fatayat NU yang militan dan berkomitmen.
“Kami sangat berharap kepada sahabat Eka nantinya akan mampu berkontribusi aktif dalam upaya pemberdayaan perempuan, menjaga keamanan serta memperkuat ketahanan sosial di masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan sesuatu hal tak kalah penting. Yaitu, nantinya melalui sahabat Eka, komando untuk memperluas pengetahuan tentang GARFA dilakukan secata masif.
“Sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat ditularkan dan ditransfer kepada kader-kader lain di Gresik. Selain itu, besar harapan kami agar senantiasa menjaga akhlak mulia sebagai wujud teladan bagi sesama,” tukasnya.
Dengan banyaknya dukungan, harapan bahkan kepercayaan yang meluncur dari para sahabat di PC Fatayat NU Gresik kepada dirinya, sahabat Eka mengungkapkan begitu terharu.
“Saya merasa sangat terharu dan bangga menjadi bagian dari GARFA, karena tugas yang diemban sungguh mulia. Seperti halnya FATGANA yaitu Fatayat Tanggap Bencana, yang berperan dalam penanggulangan bencana di situasi krisis dan kebencanaan. Maka GARFA juga memiliki peran penting dalam bidang protokoler serta memberikan pertolongan pertama saat dibutuhkan,” ujar sahabat Eka di Depok, saat dihubungi tim media PC Fatayat NU Gresik.
Sebagai informasi, peran sosial Garda Fatayat NU tidak hanya tercermin dalam aktivitas seremonial, tetapi juga nyata melalui upaya pengabdian dan kepemimpinan yang konsisten untuk membangun masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berkeadilan.
Melalui kaderisasi, advokasi, serta program pemberdayaan perempuan dan keluarga, Garda Fatayat NU berkomitmen menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnahwal Jamaah.
Penulis: Nensi Indriati
Editor: Wenda Febrianti

