KEDAMEAN | NUGres – Upaya memperkuat kapasitas kader pelajar NU terus digencarkan PAC IPNU IPPNU Kedamean. Salah satunya melalui seminar bertajuk Scoma (School of Organization and Media) yang digelar pada Ahad, 15 Februari 2026 di Masjid Besar Darussalam Kedamean.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu dipandu oleh Dwi Ta’lifatun Nisa’ sebagai pembawa acara. Seminar ini dirancang sebagai ruang penguatan skill dasar organisasi yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan pelajar NU di ruang publik.
Dalam agenda tersebut, panitia menghadirkan lima pemateri dengan fokus materi yang beragam. Anggara Rainer Sachio dan Pipit Novita Sari mengisi materi administrasi organisasi. Sementara Meilisa Dwi Ervinda, S.Hum membawakan materi public speaking, Muhammad Nizar Firmansyah, S.Pd menyampaikan materi teknik persidangan, serta Achmad Fatkhurrozi, M.Pd memberikan pembekalan pengelolaan media.
Diketahui, Anggara Rainer Sachio yang akrab disapa rekan Anggara merupakan Sekretaris PAC IPNU Kedamean. Adapun Pipit Novita Sari yang dikenal sebagai rekanita Pipit menjabat sebagai Sekretaris PAC IPPNU Kedamean.
Sedangkan Meilisa Dwi Ervinda yang sebelumnya aktif di PR IPPNU Mojotengah Menganti, kini dikenal sebagai content creator digital. Berikutnya, Muhammad Nizar yang akrab disapa rekan Nizar merupakan Wakil Sekretaris 1 PAC IPNU Kedamean. Sementara Achmad Fatkhurrozi saat ini aktif sebagai pengurus di PAC GP Ansor Kedamean yang kerap berkontribusi dalam pemberitaan wilayah Kedamean untuk NUGres Media dan juga MediAK (Media Ansor Kedamean).

Mengangkat tema “Upgrade Skill dari Forum Materi untuk Ruang Publik”, kegiatan ini ditujukan agar peserta mampu memahami sekaligus menguasai kemampuan dasar berorganisasi yang dibutuhkan kader pelajar NU di masa sekarang.
Ketua PAC IPPNU Kedamean Triana Wahyu Arniawati menegaskan bahwa materi-materi yang dipilih dalam kegiatan ini merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan organisasi ke depan. Pemilihan materi dalam kegiatan Scoma ini merupakan hal-hal penting dalam berorganisasi ke depannya, seperti administrasi, persidangan, dan public speaking.
Rekanita Triana menyatakan bahwa tiga hal ini adalah hal yang harus dikuasai oleh pelajar NU khususnya di Kedamean.
“Kami juga menambahkan materi pengelolaan media karena saat ini adalah zamannya semua serba media dan pelajar NU tidak boleh lengah, tidak boleh kalah akan tuntutan zaman yang seperti itu,” sambungnya.
Selain itu, Ketua PAC IPNU Kedamean Jaka Satria berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kader yang tidak hanya paham teori, namun benar-benar siap menggerakkan organisasi hingga tingkat ranting.
“Kami harap peserta yang telah mengikuti kegiatan Scoma bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu yang sudah didapat dan ke depannya bisa membawa rantingnya lebih maju kembali, khususnya di PAC IPNU IPPNU Kedamean” ucap rekan Jaka.
Tak hanya berbasis pemaparan materi, kegiatan Scoma juga dirancang dalam bentuk praktik. Peserta diberi kesempatan untuk langsung mencoba penyusunan administrasi, memahami teknis persidangan, hingga mengembangkan kemampuan desain grafis yang sesuai konteks media organisasi.
Menjelang penutupan, sesi public speaking menjadi materi pamungkas. Materi tersebut dilanjutkan dengan praktik berbicara di depan umum yang menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar NU untuk tampil percaya diri di ruang publik.
Di akhir sesi, Meilisa Dwi Ervinda, S.Hum turut memberikan kalimat motivasi kepada peserta. Ia menambahkan kutipan penyemangat di akhir materi “Dunia tidak kekurangan orang pintar, dunia hanya kekurangan orang berani yang mau bersuara dan beraksi. Berani bicara, siap beraksi!”.
Kegiatan seminar berjalan lancar hingga selesai pada pukul 15.40 WIB, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Peserta tampak mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dengan penuh antusias.
Hal itu juga disampaikan salah satu peserta bernama Sherina, perwakilan dari PR IPPNU Slempit Kedamean, yang mengaku mendapatkan manfaat besar karena materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori.
“Acara hari ini yaitu sangat bermanfaat karena dari yang awalnya kita hanya tahu tentang teori saja tapi hari ini kita bisa tahu beserta praktiknya,” ungkapnya.
Penulis: Afifah Maghfiroh Trianita
Editor: Febrian Kisworo

