Sinergi Kemenham, Lakpesdam PBNU, GUSDURian, dan Universitas Qomaruddin Gresik Perkuat Kapasitas HAM

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Sinergi Kementerian HAM RI melalui Lakpesdam PBNU bekerja sama dengan GUSDURian Gresik serta Universitas Qomaruddin Gresik melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Qomaruddin, menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Kapasitas HAM. Foto: dok GUSDURian Gresik/NUGres

BUNGAH | NUGres – Dalam upaya memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Hak Asasi Manusia (HAM), Kementerian HAM RI melalui Lakpesdam PBNU bekerja sama dengan GUSDURian Gresik serta Universitas Qomaruddin Gresik melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Qomaruddin, menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Kapasitas HAM, pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh beragam peserta, antara lain Direktur Program Pascasarjana Universitas Qomaruddin Gresik Dr. H. A. Thoyyib Mas’udi, M.A, M.M., jajaran dosen, Kaprodi, dan mahasiswa Universitas Qomaruddin Gresik, serta pelajar SMA–SMK–MA Assa’adah, Muslimat NU, dan Fatayat NU. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan besarnya antusiasme dalam memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Qomaruddin Gresik, Dr. Ainul Halim, M.Pd.I, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa memperjuangkan nilai-nilai HAM merupakan bagian dari falsafah hidup bangsa Indonesia.

“Falsafah hidup kita mewajibkan untuk memperjuangkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai ini bukan sekadar teori, tetapi kewajiban moral setiap warga negara,” ungkapnya.

Dr. Ainul Halim juga menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ia mencontohkan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai teladan dalam memperjuangkan HAM, terutama dalam memperjuangkan kebebasan warga Tionghoa untuk beribadah dan mengekspresikan budaya mereka.

“Gus Dur memberi kita teladan bahwa ajaran Islam bisa diwujudkan dengan cara menghormati dan melindungi sesama manusia tanpa membedakan latar belakang,” ujarnya.

Antusiasme dalam memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Foto: dok GUSDURian Gresik/NUGres
Peserta dengan antusias memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Foto: dok GUSDURian Gresik/NUGres

Hadir sebagai narasumber, Nur Khosi’ah, S.Pd.I., M.Pd.I dari PATTIRO Gresik, memaparkan berbagai prinsip dan regulasi HAM, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran digital di era media sosial.

“Kebebasan berekspresi di dunia maya harus diiringi dengan tanggung jawab moral. Jangan sampai media sosial menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian atau melanggar hak orang lain,” tegasnya.

Menurutnya, memahami kode etik dalam bermedia sosial merupakan bagian dari praktik menghormati HAM di era digital. Setiap pengguna media sosial memiliki kewajiban untuk menjaga etika, privasi, serta menghargai perbedaan pandangan dengan cara yang santun dan beradab. Sebagai penutup, ia juga mengulas mengenai pemenuhan hak anak.

Sementara itu, Dr. Nur Faizah, M.A., M.H.I, selaku Ketua LBH Universitas Qomaruddin Gresik, menjelaskan bahwa LBH hadir sebagai bagian dari komitmen kampus dalam memberikan akses keadilan bagi masyarakat. LBH UQ Gresik memberikan layanan hukum gratis, pendampingan, serta penyuluhan hukum bagi masyarakat kurang mampu, termasuk perempuan dan anak korban kekerasan.

“Membela yang lemah adalah bagian dari ibadah sosial. Kami ingin memastikan hukum menjadi sarana keadilan, bukan alat yang menakutkan,” ujarnya.

Diskusi yang dimoderatori Moh. Faishol Amin, S.H.I., M.H sekaligus sekretaris LBH UQ tersebut berjalan lancar dan peserta antusias menanyakan terkait hak dan kewajiban, hingga alur pelaporan terhadap pelanggaran HAM yang terjadi.

Melalui kolaborasi antara Kemenham RI, Lakpesdam PBNU, GUSDURian Gresik, dan Universitas Qomaruddin Gresik, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan membangun budaya sadar hukum yang adil, berkeadilan, dan beradab di tengah masyarakat.

Penulis: Nensi Indriati
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment