GRESIK | NUGres – Penelusuran Tim Riset Penyusunan Sejarah PCNU Gresik dari Masa ke Masa akhirnya menemukan titik terang setelah melalui proses panjang dan mendalam. Riset ini bermula pada 29 Januari 2025, bertempat di Kantor PCNU Gresik, dengan melibatkan berbagai unsur penting yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah dan perjalanan jam’iyah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Gresik.
Pada tahap awal, tim riset menghadirkan sejumlah dzuriyah Muassis dan Muharrik NU, tokoh NU, pemerhati sejarah NU Gresik, serta melibatkan beberapa lembaga di lingkungan PCNU Gresik, di antaranya Lakpesdam NU dan Lesbumi NU Gresik. Diskusi awal ini menjadi fondasi penting untuk membuka ruang ingatan kolektif sekaligus mengidentifikasi sumber-sumber sejarah yang selama ini tercecer.
Diskusi tidak berhenti pada pertemuan pertama. Sepekan kemudian, tepatnya pada 8 Februari 2025, tim kembali menggelar diskusi lanjutan yang lebih mendalam di Kantor PCNU Gresik. Fokus utama pada tahap ini adalah pendataan periodisasi kepemimpinan, khususnya terkait Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik dari masa ke masa.
Dalam perjalanannya yang memakan waktu lebih dari satu tahun, tim riset berhasil menghimpun dan mengolah data dari berbagai sumber. Data tersebut meliputi hasil wawancara mendalam yang dilakukan Dr. Shohib dengan Almarhum KH. Machfudz Ma’sum, arsip dan dokumen resmi PCNU Gresik, serta catatan dan penelusuran dari para pemerhati sejarah NU di Gresik.
Proses verifikasi dan sinkronisasi data dilakukan secara cermat untuk memastikan keakuratan sejarah yang akan disusun. Setiap informasi ditelaah, dibandingkan, dan diuji silang agar tidak hanya bersifat naratif, tetapi juga memiliki dasar akademik dan historis yang kuat.
“Dan itu diputuskan oleh Tim Riset sebagai data dasar hasil penelusuran sejarah periodisasi PCNU Gresik dari masa ke masa,” ujar Ahmad Zainuddin, Senin (2/2/2026), salah satu anggota Tim Penyusun Riset NU Gresik dari Masa ke Masa. Ia menegaskan bahwa hasil riset ini diharapkan menjadi rujukan resmi sejarah PCNU Gresik.
Lebih lanjut, hasil penelusuran sejarah tersebut akan menjadi bagian penting dalam rangkaian Peringatan 1 Abad Hijriah PCNU Gresik dan 1 Abad Masehi Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Suci, Manyar, Gresik, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Dalam momentum bersejarah tersebut, PCNU Gresik juga akan mengundang sejumlah tokoh dan pihak yang dinilai berjasa dalam perjalanan organisasi untuk menerima penghargaan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus peneguhan bahwa sejarah NU Gresik dibangun dari dedikasi banyak pihak lintas generasi.
Editor: Chidir Amirullah

