Zubair, Siswa Miftahul Ulum Betiting Cerme Gresik Raih Juara 1 MHQ National Qur’an Fest 2026

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Muhammad Zubair Athaillah, siswa Miftahul Ulum Betiting Cerme Gresik Peraih Juara 1 MHQ National Qur’an Fest 2026. Foto: ist/NUGres

GRESIK| NUGres – Prestasi membanggakan diraih salah satu siswa MI Mifathul Ulum Desa Betiting Kecamatan Cerme, Muhammad Zubair Athaillah, dalam ajang National Quran Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Madrasah Tahfidz Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah, Gresik.

Zubair berhasil menyabet Juara 1 di cabang lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), dari 7 cabang perlombaan National Quran Fest 2026, diketahui diikuti 200 hingga luar daerah.

Akan raihan ini, Kepala MI Miftahul Ulum Cerme, Ustadz Khoirul Anam M.Pd., turut bersyukur dan mengunggkapkan rasa bangga atas raihan siswanya.

“Jadi di lembaga kami, MI Miftahul Ulum terdapat kelas tahfidz dengan dua pembina khusus, yakni Ustadz Fauzi bersama istrinya yang memang hafal Al Quran. Setiap semester para siswa mengikuti ujian tasmi dr guru pembina yg disaksikan dn didampingi walimurid,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ustadz Khoirul Anam juga bilang kalau semangat membumikan Al Quran di lembaganya juga diwujudkan dalam gelaean akhirussanah. “Ada wisuda tahfidz yg diikuti semua kelas yang sudah hafal 1 Juz atau lebih. Tentunya dengan kemampuan hafalan masing-masing siswa,” imbuhnya.

Ia juga mengucapkan apresiasi kepada Pembina Tahfidz MI Miftahul Ulum yang telah mendedikasikan diri mengiringi secara sabar dan telaten generasi Al-Quran di madarasah yang ia pimpin.

“Kami ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ustdaz Fauzi bersama istri beliau, yang luar biasa dalam proses mengawal hafalan anak-anak dengann mengadakan tasmi. Bahkan, hingga melalui Video Call dengan didampingi orang tua para siswa,” sambungnya.

Kepala madrasah ini juga berharap, prestasi Zubair bisa menjadi berkah bagi lembaganya, menginspirasi peserta didik yang lain. “Sehingga madrasah kami menjadi sarana dalam memberikan ilmu yang bermanfaat, khususnya dalam mencetak generasi pecinta Al Qur’an sejak dini,” pungkasnya.

Sementara itu, mengenai pencapaian yang diraih oleh puteranya, Ririn Hidayah sang ibunda dari Zubair dengan penuh haru mengisahkan ketakjuban festival tersebut.

“Masya Allah Festival MTQ dan MHQ tingkat Nasional yang diadakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin diikuti oleh para peserta bukan hanya dari Jawa Timur, akan tetapi juga dari luar Jawa seperti Aceh, melalui babak penyisihan dari ratusan peserta, lalu babak final dipilih enam orang secara online, dan grand final secara offline dengan lima soal, tiga soal sambung ayat, satu soal tebak nama surat, dan satu soal menyebutkan akhir surat yang diadakan pada tanggal 15 Februari 2026,” bebernya.

“Terima kasih banyak kepada Yayasan Qomaruddin atas tempat istirahat, penginapan bagi peserta yang jauh, sambutan kepada para peserta dan pebimbing, serta apresiasinya. Kami sangat terkesan. Semoga tahun-tahun berikutnya ananda Zubair bisa mengikuti festival lagi agar semakin bertambah ilmunya,” sambungnya.

“Kami selaku orang tua dari Ananda Zubair mengucapkan banyak terima kasih kepada Ustadz/Ustadzah di sekolah MI Miftahul Ulum yg sudah banyak membimbing Zubair dengan penuh kesabaran, dan selama ini selalu mendukung Zubair untuk mengikuti beberapa perlombaan. Semoga menjadi amal jariyah sampai akhirat kelak,” ucap Ririn.

Memungkasi kisah dari proses pencapaian puteranya tersebut, Ririn menyelipkan pesan mendalam. “Bukan kami yang hebat, tapi Allah yang memampukan. Bukan kami mampu, tapi Allah yang memudahkan. Semoga Allah jaga hati kami untuk terus istiqomah membersamai Al-Qur’an,” pungkas ibunda dari Zubair.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment