Tak Hanya dari Gresik, Peserta dari Surabaya hingga Pasuruan Ikuti Latihan Merawat Jenazah LTMNU Gresik

Luthfi Anshori - NUGres Luthfi Anshori - NUGres
Bentuk khidmah untuk umat, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Gresik menyelenggarakan Perawatan Jenazah, kegiatan ini turut menyasar peserta dari kalangan Gen Z, Kamis (14/8/2025). Foto: dok LTMNU Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Sebagai bentuk khidmah untuk umat, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC. LTMNU) Gresik terus bergerak menyebarkan manfaat demi mewujudkan masjid yang makmur.

Salah satu upaya dalam rangka salamatan fid din (menyelamatkan agama umat) dan rahmatan inda maut (bantuan sosial bagi keluarga yang terkena musibah) kali ini diwujudkan melalui Pelatihan Perawatan Jenazah ke-5 yang digelar di Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Kamis (14/8/2025).

Lebih dari 205 orang hadir, terdiri dari perwakilan puluhan lembaga pendidikan tingkat SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi, organisasi wanita seperti Muslimat dan PKK, remaja masjid, serta para takmir masjid.

Menariknya, peserta tak hanya berasal dari wilayah Gresik, melainkan juga datang dari Lamongan, Surabaya, hingga Pasuruan. Kegiatan ini menunjukkan besarnya antusiasme para peserta.

Pelatihan ini menghadirkan KH Zaim Afsoh dari Sidoarjo, Penyuluh Agama Islam tingkat nasional yang dikenal sebagai spesialis perawatan jenazah. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan disertai contoh nyata, ia menguraikan mulai dari teori dasar, problematika di lapangan, hingga praktik langsung.

Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, membahas berbagai permasalahan yang kerap dihadapi masyarakat, seperti tata cara memandikan jenazah anak, penggunaan kain kafan, hingga adab pemakaman yang sesuai tuntunan syariat.

Ketua LTMNU Gresik, H. Nasichun Amin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya pembelajaran teknis semata. Lebih jauh, menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial.

“Kami ingin menggerakkan generasi muda, santri, dan siswa agar memahami sekaligus mengembangkan wawasan terkait perawatan jenazah. LTM NU akan terus menggerakkan takmir masjid dan musholla sebagai ujung tombak dakwah, khususnya di bidang sosial yang sangat dibutuhkan umat,” ujarnya penuh semangat.

Acara dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik, Dr. KH Mulyadi. Dalam sambutannya, Kiai Mulyadi menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar LTMNU Gresik terus konsisten dalam pelayanan.

“LTMNU harus tetap memberikan yang terbaik bagi umat, dengan menggerakkan takmir masjid/musholla dan semua elemen terkait,” tegasnya.

Menambah kesan istimewa, pelatihan ini juga dihadiri 15 petugas perawat jenazah dari berbagai rumah sakit, di antaranya RSUD Ibnu Sina Gresik, RS Fathma Medika Sembayat Manyar, RS Semen Gresik, RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik, serta RS AL Kodikal Surabaya.

Menjelang sore, peserta terlihat antusias meski lelah. Mereka mengaku pelatihan ini membuka wawasan sekaligus menambah rasa percaya diri dalam melaksanakan tugas mulia merawat jenazah.

Harapannya, ilmu ini dapat diterapkan di lingkungan masing-masing, sehingga pelayanan umat, khususnya di bidang perawatan jenazah, berjalan dengan baik, benar, dan penuh keikhlasan.

Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment