PANCENG | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Panceng menggelar peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus pengukuhan Garfa (Garda Fatayat), Fordaf (Forum Daiyah Fatayat) dan IHF (Ikatan Hafidzah Fatayat) di Ranting Bejan pada Ahad (8/3/2026).
Kegiatan ini diisi dengan berbagai rangkaian acara religius dan sosial, di antaranya khotmil Qur’an, doa bersama untuk almarhumah Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatun Maimunah, santunan anak yatim piatu, ceramah agama, serta sosialisasi Majelis Ta’lim Fatimah Zahra.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PAC Fatayat NU Panceng serta ketua, sekretaris, dan bendahara Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Anak Cabang Panceng. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan santunan kepada 23 anak yatim piatu.
Ketua PAC Fatayat NU Panceng, Sahabat Zul Fitriawati, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
“Dalam momen peringatan Nuzulul Qur’an ini, semoga kita semakin mencintai Al-Qur’an dan mampu mengambil hikmah serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang Majelis Ta’lim Fatimah Zahra yang menjadi salah satu program Fatayat NU sebagai simbol kebaikan dan sarana penyebaran ilmu keislaman yang moderat.
“Majelis Ta’lim Fatimah Zahra diharapkan menjadi simbol kebaikan, seperti wewangian yang menyebarkan keharuman di lingkungan Fatayat, dengan tujuan menyebarkan ilmu keislaman yang moderat di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Zainur Hajir, S.Pd.I., selaku Rais Syuriyah PRNU Bejan. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, pentingnya mengqadha puasa, serta kewajiban membayar fidyah bagi yang tidak mampu berpuasa.
Ia juga berpesan kepada seluruh kader Fatayat NU Panceng agar terus berperan aktif dalam membangun keluarga dan masyarakat.
“Fatayat adalah kekuatan utama keluarga dan masyarakat. Kader Fatayat harus kompeten, adaptif, dan mampu menggerakkan perubahan positif dengan kecerdasan dan dedikasi,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa setiap perempuan perlu percaya pada kemampuannya, memprioritaskan kesejahteraan diri, serta menjalankan tanggung jawab dalam membina keluarga.
“Setiap upaya dalam membina keluarga dan mengembangkan diri memiliki nilai besar bagi masa depan, karena di balik tokoh-tokoh mulia selalu ada perempuan yang berperan di dalamnya,” pungkasnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah antar kader Fatayat NU di wilayah Panceng.
Penulis: Ayuk Nur Madiyanah
Editor: Chidir Amirullah

