SIDAYU | NUGres – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sidayu, Kabupaten Gresik, menggelar pelatihan leadership pada Ahad (19/4/2026) di Kantor PAC Muslimat NU Sidayu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan kader Muslimat NU, khususnya di tingkat ranting.
Pelatihan tersebut diikuti oleh jajaran pengurus Pimpinan Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Sidayu. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan kader dalam menjalankan roda organisasi sekaligus memperkuat peran mereka dalam program pemberdayaan masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh Koordinator Bidang Pendidikan PC Muslimat NU Gresik, Hj. Dra. Masfufah, M.Pd.I. Sementara itu, acara dibuka oleh Wakil Sekretaris PC Muslimat NU Gresik, Dra. Hj. Iva Rahmawati, M.Pd.I., yang mewakili Ketua PC Muslimat NU Gresik, Nyai Hj. Aliyah Ghozali, karena berhalangan hadir akibat agenda lain di Wringinanom.
Dalam sambutannya, Hj. Iva Rahmawati mengajak seluruh anggota dan pengurus Muslimat NU, baik di tingkat ranting maupun anak cabang, untuk terus bersemangat dalam berkhidmat di organisasi. Ia juga menyampaikan tema Harlah ke-80 Muslimat NU, yakni “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban“.
Menurutnya, tema tersebut menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun keluarga yang kokoh dan berakhlak mulia sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
“Peringatan ini menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun keluarga yang kokoh dan berakhlak mulia guna menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Melalui pelatihan kepemimpinan ini, peserta diajak memperdalam pemahaman mengenai visi dan misi Muslimat NU serta program-program prioritas organisasi. Masfufah menegaskan pentingnya peran pimpinan ranting dalam merealisasikan program strategis yang telah dicanangkan oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU.
Beberapa program prioritas tersebut di antaranya Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar).
“Program-program itu harus direalisasikan oleh masing-masing pimpinan ranting di desanya sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Muslimat di lingkungan sekitar serta di tengah masyarakat,” tutur Hj. Masfufah yang juga menjabat sebagai Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Gresik.
Pada kesempatan itu, Hj. Masfufah juga mengapresiasi PAC Muslimat NU Sidayu yang telah memiliki gedung dua lantai yang representatif. Menurutnya, keberadaan gedung tersebut menjadi bukti nyata kemandirian organisasi yang berhasil dibangun oleh Muslimat NU Sidayu.
Ketua PAC Muslimat NU Sidayu, Dra. Nyai Hj. Rofi’ah Zaini, M.Pd.I., berharap kegiatan halal bihalal dan pelatihan leadership ini mampu memperkuat kualitas kepemimpinan para ketua Pimpinan Ranting Muslimat NU dalam menjalankan amanat organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa silaturahmi antarpengurus seperti ini sangat penting untuk memperkuat solidaritas dan mendukung kemandirian ekonomi organisasi.
“Melalui forum halal bihalal dan pelatihan ini, kami berharap para ketua Pimpinan Ranting semakin mampu menjalankan amanat organisasi. Dengan silaturahmi seperti ini, penguatan ekonomi organisasi juga akan terus tumbuh,” ungkapnya.
Secara terpisah, Ketua PC Muslimat NU Gresik, Nyai Hj. Aliyah Ghozali, turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan kader Muslimat NU di tingkat kecamatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus PAC Muslimat NU Sidayu yang telah mendorong peningkatan kapasitas kepemimpinan kader Muslimat NU. Semoga ilmu yang diperoleh peserta semakin menambah semangat khidmah, menjadikan Muslimat NU semakin kompak, dan terus memberi kemanfaatan yang luas bagi masyarakat,” tandasnya.
Editor: Chidir Amirullah



