Pelantikan PAC GP Ansor Sidayu Gresik masa khidmat 2025 – 2028 dan Gema Sholawat Berlangsung Meriah

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
MERIAH. Ribuan pasang mata menyaksikan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sidayu masa khidmat 2025 - 2028 di Alun-alun Sidayu, Gresik. Foto: dok Media Ansor Sidayu/NUGres

SIDAYU | NUGres – Ribuan kader dan masyarakat umum memadati Alun-alun Sidayu pada Sabtu malam 12 Juli 2025, dalam acara Inaugurasi dan Gema Sholawat dalam rangka pelantikan PAC GP Ansor Sidayu masa khidmat 2025 – 2028. Rangkaian kegiatan dimulai sejak sore hari dengan pengukuhan departemen PAC, Satkoryon Banser Sidayu, dan MDS Rijalul Ansor Sidayu, serta dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dan gema sholawat bersama.

Malam inaugurasi ini tidak hanya menjadi seremoni pelantikan, namun juga momentum konsolidasi kekuatan kader dan spiritualitas jamaah. Ribuan hadirin larut dalam lantunan sholawat, menambah khidmat suasana yang penuh persaudaraan dan cinta Rasul.

Ketua PAC GP Ansor Sidayu H. M. Alaik Nasrulloh dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum bersejarah mewujud inaugurasi dan gema sholawat ini menjadi penanda sekaligus titik tolak pengabdian bersama di GP Ansor.

“Kita tidak boleh hanya bangga dengan atribut, tapi harus turun langsung untuk mengabdi dan bermanfaat. Mari kita kuatkan barisan dan jaga marwah organisasi dengan keikhlasan dan kebersamaan,” ajak sahabat Alek demikian ia biasa disapa.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Gresik, Ludfi Khambali Abdillah, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan inaugurasi dan gema sholawat. Menurutnya, acara malam ini menunjukkan semangat luar biasa.

“Satu pesan saja yang perlu kami sampaikan di dalam kesempatan yang membanggakan pada malam hari ini, prinsip yang harus menjadi pedoman seluruh kader—baik Ansor, Banser dan Rijalul Ansor. Bahwasanya di dalam Organisasi Gerakan Pemuda Ansor wajib hukumnya untuk mengedepankan prinsip gerakan bahwasanya ansor satu komando, ansor satu barisan di bawah komando pimpinan,” pesan sahabat Ludfi.

Ia berharap siapa pun yang menjadi nakhoda bukan menjadi sebuah hal yang penting bagi kader GP Ansor. Melainkan, hal yang harus dikedepankan ialah istiqomah berkhidmah di dalam organisasi tercinta ini.

Disamping itu, sahabat Ludfi mengingatkan agar tetap menjaga soliditas, kebersamaan dan kekompakan dalam setiap langkah dan gerakan. Pasalnya, hal ini menjadi kekuatan dan modal utama bagi GP Ansor.

“Maka perlu kami tegaskan kembali kepada seluruh kader di Sidayu wajib hukumnya untuk tunduk dan patuh terhadap instruksi Pimpinan Anak Cabang, kita buktikan bahwasanya Ansor satu komando, Ansor Satu barisan,” tegasnya.

Dalam sambutan berikutnya, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sidayu H. Asrofil menyampaikan optimisme pemuda Ansor dan peran yang diemban.

“Ansor adalah benteng NU. Dengan pengukuhan ini, kami berharap kader-kader muda NU mampu menjawab tantangan zaman dan terus menebar manfaat di tengah masyarakat,” tuturnya.

Pada gilirannya, Camat Sidayu Suwartono, AP., M.Si., juga turut mengapresiasi dengan hadir langsung dalam acara tersebut. Menurutnya GP Ansor menjadi mitra strategis dalam menciptakan Sidayu yang kondusif.

“Pemerintah Kecamatan Sidayu sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan kepemudaan yang positif seperti ini. GP Ansor adalah mitra strategis dalam menjaga ketertiban, kerukunan, dan pembangunan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” kata Camat Sidayu.

Dalam kesempatan ini, panitia juga menyisipkan acara santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan doa bersama untuk keberkahan organisasi.

Selain itu, panitia memberikan hadiah spesial berupa satu ekor kambing kepada Ranting GP Ansor Raci Tengah, yang tercatat sebagai ranting dengan jumlah peserta terbanyak yang hadir dan menyaksikan acara hingga selesai.

Acara ditutup dengan semangat persatuan. Inaugurasi ini menjadi bukti nyata bahwa Ansor Sidayu siap melanjutkan estafet perjuangan para muassis, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, dan menjadi garda terdepan dalam menggerakkan pemuda Islam yang berdaya dan bermartabat.

Penulis: Adib Sholeh
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment