10 Tahun Tanpa Geliat, Rijalul Ansor Balongpanggang Gugah Spirit Pemuda Desa Pacuh Gresik

oleh -81 Dilihat
Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Balongpanggang menggeliatkan kegiatan yang mandek selama satu dekade. Foto: dok GP Ansor Balongpanggang/NUGres
Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Balongpanggang, upaya menggeliatkan kegiatan yang mandek selama satu dekade. Foto: dok GP Ansor Balongpanggang/NUGres

BALONGPANGGANG | NUGres – Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) Anak Cabang Balongpanggang kembali menggelar kegiatan rutinan. Kali ini bertempat di Masjid Baiturrahim, Dusun Gadel Desa Pacuh Kecamatan Balongpanggang, Gresik.

Kegiatan berlangsung pada Ahad (24/12/2023) kemarin, dimulakan dengan pembacaan Sholawat Burdah dan Ratibul Haddad.

Selain mewujudkan rasa cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw, kegiatan rutin ini juga jadi ajang penguatan silaturahmi antar kader GP Ansor di kawasan setempat.

Tidak hanya dalam bingkai merawat akidah Ahlussunah waljamaah an-nahdliyah, dalam kesempatan ini kader GP Ansor juga ditegaskan untuk konsisten mengawal NKRI.

“Kader Ansor harus terus konsisten berjuang dalam bingkai Aswaja al-Nahdliyah dan NKRI harga mati. Karena kita adalah penerus NU masa mendatang. Kita juga berharap agar kegiatan ini bisa istiqomah (berkelanjutan) dan semakin semarak,” tegas Ketua PAC GP Ansor Balongpanggang, Ali Wahyudi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Pacuh Imron Hamzah menambahkan, sudah cukup lama di desa ini tidak terlihat kegiatan GP Ansor seperti ini.

Menurutnya, ini merupakan gebrakan yang sangat baik. Bahkan pihaknya juga mengharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di desanya.

“Lebih dari satu dekade, di desa kami, khususnya di Dusun Gadel ini tidak ada kegiatan Ansor. Ini gebrakan yang sangat baik untuk menggugah anak-anak muda di desa kami,” jelasnya.

Pada gilirannya, Ustadz Sofyan Amin dalam mauidlohnya menyampaikan, bahwa di balik seragam kebesaran yang kita pakai ini, ada tanggung jawab besar yang harus kita pikul. Menurutnya, GP Ansor harus mempunyai jiwa yang kuat, saat ada panggilan dari Ansor, hati kita wajib tergugah.

“Ada Pancasila, ada bhinneka tunggal Ika, ada NKRI, ada Islam, ada Ihsan, dan ada perdamaian di balik baju kebesaran kita ini. Yang semuanya itu menjadi tanggung jawab besar kita, karena kita adalah Ansor, pewaris Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *