Ranting bersama Banom NU Gulomantung Gresik Berkolaborasi Menggelar Santunan, Ketua MWCNU Kebomas: Jangan Pernah Membentak Anak Yatim

Suasana khidmat dan penuh empati, keluarga besar NU di Ranting Gulomantung, Kecamatan Kebomas Gresik melaksanakan santunan bagi anak yatim dan piatu, Ahad Ahad (13/7/2025). Foto: Luthfi/NUGres

KEBOMAS | NUGres – Dalam suasana penuh khidmat dan kepedulian, keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Gulomantung menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan piatu.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Shirothol Mustaqim, Beji, Kelurahan Gulomantung, Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Ahad (13/07/2025).

Santunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ranting NU Gulomantung dengan badan otonom (Banom) seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor, serta didukung penuh oleh Lazisnu Ranting Gulomantung.

Selain sebagai bentuk syiar dalam menyambut pergantian tahun hijriah, kegiatan ini juga bertujuan mempererat ukhuwah dan menegaskan peran sosial NU dalam kehidupan masyarakat.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Rais Syuriah MWCNU Kebomas KH. Harun Azhar bersama Ketua Tanfidziyah KH. Muchsin Munhamir. Selain itu tampak pula perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Kebomas serta jajaran pengurus Banom dan lembaga NU tingkat ranting.

Ketua Lazisnu Ranting Gulomantung sekaligus koordinator kegiatan, H. Abdul Rouf Al Makki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh elemen NU di tingkat ranting siap mendukung penuh arah kebijakan MWCNU Kebomas.

“Seluruh Pengurus Ranting NU Gulomantung beserta lembaga dan Banomnya tegak lurus dan solid mendukung program-program MWCNU Kebomas yang kemarin telah dilantik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kekompakan organisasi harus diiringi dengan upaya serius dalam menyiapkan kader-kader penerus.

“Pekerjaan rumah kita sekarang adalah bagaimana tetap menjaga kekompakan sekaligus mulai serius melakukan regenerasi kader di wilayah Ranting NU Gulomantung,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kebomas KH. Muchsin Munhamir mengingatkan bahwa kegiatan santunan bukan sekadar memberi bantuan materi, melainkan sebuah wujud nyata dari keimanan dan kepedulian terhadap sesama.

“Santunan bukan hanya soal memberi, tapi juga soal merawat keimanan. Jangan pernah membentak anak yatim, karena itu bisa menjatuhkan mental mereka. Islam mengajarkan kita untuk memuliakan mereka,” ujarnya

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek pendidikan dan psikologis anak-anak yatim agar mereka tetap memiliki harapan dan masa depan.

Dengan semangat berbagi dan kepedulian, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan empati sosial di tengah masyarakat. Keberkahan bulan Muharram pun diraih melalui perhatian terhadap sesama, terutama anak-anak yatim dan piatu.

Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment