CERME | NUGres – SMP YPI Darussasalam 1 Cerme, Kabupaten Gresik, sukses menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah selama tiga hari berturut-turut, mulai 14-16 Juli 2025. Mengusung tema penuh makna “Mengukir Masa Depan Gemilang dengan Iman, Ilmu, dan Amal,” kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh murid baru tahun ajaran 2025/2026.
MPLS tahun ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, cerdas, dan siap menjadi bagian dari keluarga besar SMP YPI Darussasalam 1 Cerme. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Harianto, M.Pd., yang menyampaikan harapan besar kepada para peserta.
“MPLS bukan sekadar masa orientasi, melainkan fondasi awal pembentukan karakter. Di sekolah ini, kami mendidik siswa tidak hanya agar menjadi pintar, tetapi juga beriman dan berakhlak mulia. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan beramal,” ujar Harianto.
Hari pertama MPLS dimeriahkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu oleh Eko Yanuarto, S.Pd., guru PJOK. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa baru dengan ilmu, keterampilan, serta nilai-nilai kehidupan.
Salah satu momen paling berkesan adalah kehadiran tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gresik yang memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana, termasuk penanggulangan kebakaran, penanganan gas bocor, dan cara menghadapi hewan berbahaya seperti ular.

Melalui simulasi langsung, para siswa diajarkan bagaimana menghadapi kondisi darurat seperti kebocoran gas atau kebakaran kecil, serta cara menangani situasi berbahaya saat menjumpai ular. Petugas Damkar juga memperkenalkan cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan menunjukkan alat-alat tangkap ular.
“Kami ingin membekali anak-anak dengan pengetahuan praktis agar tidak panik dan tahu langkah tepat jika menghadapi situasi darurat,” ujar salah satu petugas Damkar.
Selain itu, kegiatan MPLS juga mencakup sesi interaktif bertajuk “Aku Anak Indonesia Hebat, Karakter Kuat.” Sesi ini bertujuan menanamkan semangat cinta Tanah Air, rasa percaya diri, serta nilai-nilai luhur Pancasila. Disampaikan dengan metode menyenangkan oleh tim guru dan narasumber internal, sesi ini mendorong murid mengenali potensi diri dan membangun karakter tangguh yang berlandaskan disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan gotong royong.
“Kita ingin siswa-siswi memiliki karakter kuat, tidak hanya cerdas di kelas, tapi juga mampu menghadapi tantangan kehidupan. Karakter yang baik adalah fondasi masa depan yang gemilang,” ungkap Ida Rahmawaty, S.Pd.
Murid baru juga dibekali dengan edukasi tentang penggunaan internet dan media sosial yang sehat, serta pentingnya pengawasan penggunaan gawai. Pengenalan lingkungan sekolah berlangsung dengan penuh semangat, ditandai dengan interaksi aktif para siswa.
Salah satu materi inti dalam MPLS tahun ini adalah pengenalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang bertujuan menanamkan pemahaman agama yang moderat dan toleran sesuai manhaj Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai lanjutan, siswa diperkenalkan pada organisasi pelajar IPNU dan IPPNU sebagai wadah kaderisasi NU di tingkat pelajar.
Perwakilan dari PAC IPNU-IPPNU Cerme turut hadir untuk menjelaskan visi, misi, dan kegiatan organisasi. Mereka juga mengajak murid untuk aktif berorganisasi sebagai sarana mengasah kepemimpinan dan membangun rasa percaya diri.
Antusiasme peserta memuncak saat sesi Demo Ekstrakurikuler yang digelar pada hari ketiga, Rabu (16/7/2025). Dalam sesi ini, murid kelas atas dan para pembina menampilkan berbagai aktivitas unggulan seperti Banjari, Pramuka, Basket, Futsal, Voli, Perisai Diri, Paskibra, dan Musik. Sesi ini menjadi ajang eksplorasi minat dan bakat siswa baru dalam kegiatan non-akademik.
Selama tiga hari MPLS berlangsung, para murid baru merasakan pengalaman yang menyenangkan dan penuh manfaat. Mereka terlihat lebih percaya diri, nyaman dengan lingkungan sekolah, serta termotivasi untuk berprestasi.
“MPLS ini seru banget! Awalnya kupikir bakal membosankan, tapi ternyata banyak kegiatan menarik seperti fun games, demo ekskul, dan berbagai materi seru. Aku jadi makin yakin kalau sekolah di sini adalah pilihan terbaik,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan MPLS Ramah resmi ditutup oleh Ahmad Khusaini, S.Pd. Penutupan tersebut menjadi penanda bahwa masa pengenalan telah selesai, namun semangat kebersamaan dan pembentukan karakter siswa baru baru saja dimulai. Antusiasme mereka menjadi sinyal positif bahwa proses adaptasi berjalan dengan baik, dan harapan akan lahirnya generasi beriman, berilmu, dan beramal kian nyata.
Penulis: Maulidiyah Rizka Arifiyati
Editor: Chidir Amirullah

