Ngaji Kitab Kembali Digelar MWCNU Kebomas Gresik, Ajak Jamaah Hati-hati Transaksi Jual Beli

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU Kebomas) kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Kitab Sullamut Taufiq, Jumat (25/7/2025). Foto: dok MWCNU Kebomas/NUGres

KEBOMAS | NUGres – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU Kebomas) kembali menggelar kegiatan Pengajian Rutin Kitab Sullamut Taufiq pada Jumat (25/7/2025), di Masjid Al Mukarromah Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas, Gresik.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang diagendakan oleh MWCNU Kebomas dan bergulir di tiap ranting di wilayah Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kebomas.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Rais Syuriyah MWCNU Kebomas KH. Harun Azhar, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kebomas KH. M. Muchsin Munhamir, Forkopimcam Kebomas, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Wakil Cabang NU Kebomas, tokoh masyarakat dan warga Nahdliyin.

Sebagai pengampu kajian Gus Allamuddin Abul Wafa membahas bab fiqih muamalah dari kitab Sullamut Taufiq. Para jamaah yang hadir mendapatkan wawasan mengenai larangan riba, praktik jual beli secara batil, serta pentingnya kehalalan rezeki.

Selain menjelaskan dengan seksama kitab tersebut, Gus Wafa juga mengajak jamaah pengajian agar berhati-hati dalam melakukan transaksi tidak terjerumus dalam riba, penipuan, atau kezaliman.

“Mencari yang halal adalah kewajiban. Jangan karena tergiur untung besar, lalu kita langgar batasan syariat. Riba, menipu, menyembunyikan cacat barang, semua itu haram,” jelas alumni Pesantren Langitan Tuban ini dalam serangkaian pengajian yang disampaikan.

Setelah kajian selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan Rais Syuriyah MWCNU Kebomas KH. Harun Azhar. Ia menekankan pentingnya menjaga akidah dan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah di tengah banyaknya aliran yang menyimpang.

Kiai Harun lantas mengutip sabda Rasulullah Saw yang menyatakan bila umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu yang selamat, yaitu “maa ana ‘alaihi wa ashaabi” (yang mengikuti apa yang aku dan para sahabatku ajarkan).

“Kita patut berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama, khususnya kepada para muassis. Karena melalui NU, kita masih bisa menjaga aqidah Ahlussunnah wal jamaah. Tanpa NU, mungkin kita sudah hanyut dalam aliran-aliran yang tidak jelas arahnya,” tutur Kiai Harun.

Dalam kesempatan itu pula, MWCNU Kebomas menggerakkan “Surban Keliling” sebagai ikhtiar penggalangan dana untuk pembangunan Klinik Pratama MWCNU Kebomas yang akan melayani kebutuhan kesehatan warga.

Tak kalah penting, kegiatan juga disertai dengan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu, sebagai wujud kepedulian sosial dan keberpihakan NU terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Kegiatan ngaji kitab ini diharapkan mampu menjadi sarana penguatan ilmu, pelurusan pemahaman agama, dan pembinaan umat agar tetap berada dalam koridor ajaran Islam yang ahlusunnah wal jamaah an-nahdliyah.

Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment