Konkoorcab XXV PKC PMII Jatim, Ketua Kopri Ungkap Data Persebaran hingga Usulkan Wadah Potensi Kader Alumni

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jatim Zumrotun Nafisah, saat menyampaikan sambutan pembukaan Konkoorcab XXV PKC PMII Jatim di Bondowoso. Foto: YouTube PMII JATIM

GRESIK | NUGres – Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jatim, Zumrotun Nafisah, mewedar tema hingga menyajikan sejumlah data persebaran sumber daya manusia, kader-kader PMII di seluruh kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur.

Sahabati Ica, demikian sapaan akrab pucuk pimpinan PMII Putri Jatim yang bakal mengakhiri masa khidmat pada Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) ke-XXV itu, mengawali sambutan pembukaan konferensi digelar di Pendopo Raden Bagus Asra, Kabupaten Bondowoso, Senin 28 Juli 2025.

Sahabati Ica menyapa para tokoh yang hadir dalam momen pembukaan Konkoorcab XXV PMII Jatim, diantara yang disebut Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Bupati Bondowoso Abdul Hamid bersama jajaran Forkopimda, Ketua Ikatan Alumni PMII Jawa Timur Dr. H. Thoriqul Haq, yang akrab disapa Cak Thoriq, serta perwakilan dari organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus Jawa Timur.

Selain membedah tema Konkoorcab XXV PKC PMII Jatim yakni “Sinergi bersama Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, ia juga membeberkan data persebaran sumber daya manusia di tubuh organisasi kemahasiswaan yang merupakan Badan Otonom Nahdlatul Ulama ini.

“Tentu bukan sesuatu yang kebetulan kami angkat. Kami sadar bahwa persebaran di PMII Jawa Timur itu sangat luas sekali. Kami sadar bahwa ada pembangunan sumber daya manusia yang juga harus kita rawat, seperti halnya pentingnya pembangunan infrastruktur yang harus terus dijaga,” katanya di Bondowoso, seperti dalam tayangan live YouTube PMII JATIM, dilihat media ini, Selasa (29/7/2025) malam.

“Kami sadar betul interkoneksi antar wilayah itu sangat penting. Dan di PMII itu memiliki kekayaan yang luar biasa sumberdaya manusianya. Terkoneksi antara dari Madura ke Tapal kuda, hingga Mataraman, Metropolis dan Pantura. Dan ini adalah kekuatan yang luar biasa yang harus kita rawat,” imbuh sahabati Ica.

Ia percaya sebagaimana maqolah “Syubbanul Yaum Rijalul Ghad”, yang ia maknai sebagai “Pemuda Hari ini adalah Pemimpin Masa Depan”, begitu pun PMII serta organisasi-organisasi kepemudaan nantinya bakal memegang amanah besar membangun daerahnya di lintas sektor.

Lebih lanjut, ia melaporkan bahwa telah melakukan riset dan pendataan. Dirinya juga menegaskan bila kolaborasi data dan teknologi dapat membentuk peradaban di masa depan.

‘”Kami melihat ada potensi yang luar biasa, 5,7% memang didominasi oleh kader-kader yang berlatar belakang Pendidikan Agama Islam. Di sisi lain 3,5% kader-kader kami ada di jurusan Ekonomi Syariah, Manajemen, dan Akuntansi,” paparnya.

Ia berharap terdapat ruang khusus yang dapat mewadahi para kader alumni PMII. Ia menyontohkan terdapat Asosiasi Dosen Pergerakan, “Barangkali ke depan ada yang namanya asosiasi-asosiasi lain dari alumni. Semisal asosiasi jaksa, asosiasi hakim, asosiasi bupati dari PMII,” tambahnya.

Sehingga, kata dia, prototipe ini dapat semakin meyakinkan kepada kader, bila kontribusi PMII begitu nyata, di lintas sektor, serta turut andil membangun bangsa dan negara ini. Usai sambutan yang diberikan, kesempatan selanjut disampaikan oleh Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur, Baijuri.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment