GRESIK | NUGres – Kabar membanggakan datang dari warga Muslimat NU di Kabupaten Gresik. Indah Wahyuni, Ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Gending, Kebomas, Gresik, sukses meraih penghargaan bergengsi sebagai Local Hero Inspiratif dalam ajang Environmental & Social Innovation Award (ENSIA) 2025 berkat program “Asa Bergending”.
Lebih dari satu dekade, Indah Wahyuni konsisten bergerak dalam pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada isu lingkungan, kesetaraan gender, serta penguatan komunitas.
Kerja kerasnya itu akhirnya mengantarkan ia dinobatkan sebagai penerima penghargaan Local Hero Inspiratif kategori Pemberdayaan Perempuan melalui program “Asa Bergending: Aman Sehat Berdaya berbasis Gender dan Lingkungan”.
Program ini dinilai memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup perempuan, baik dari sisi kesehatan, pemberdayaan ekonomi, maupun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Atas capaian tersebut, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Gresik, Nyai Aliyah Ghozali, menyampaikan rasa syukur dan bangga.
“Alhamdulillah, dengan diraihnya penghargaan ini, Bu Indah selaku Ketua Pimpinan Ranting Muslimat NU Gending secara otomatis turut membawa nama harum Muslimat NU Gresik,” tuturnya, kepada NUGres, Senin (16/9/2025).
Saat dikonfirmasi, Indah Wahyuni mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari perannya sebagai Ketua Asa Bergending yang berkolaborasi dengan program CSR PT PLN Nusantara Power UP Gresik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini mendukung perjalanan Asa Bergending.
Guru PAUD tersebut menuturkan, dari lebih 700 peserta ENSIA 2025 yang diselenggarakan PT Sucofindo, dirinya tak menyangka bisa meraih penghargaan di kategori pemberdayaan perempuan.
“Di Kelurahan Gending Kebomas, ada komunitas Asa Bergending yang bergerak di bidang lingkungan, sosial, serta pemberdayaan perempuan dan anak. Kami juga merangkul perempuan penyintas KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” jelasnya.
Beberapa program Asa Bergending antara lain bank sampah, green house, pemberdayaan UMKM, serta kebun pangan lokal di tiap RW. Hasil panen dibagikan kepada warga lansia, janda, anak gizi kurang, hingga anak stunting. Selebihnya dijual untuk membeli bibit baru.
“Kami juga memberikan edukasi lingkungan sejak usia dini, mulai dari anak PAUD hingga mahasiswa,” tambahnya.
Selain itu, Indah yang juga menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Ranting Gending, aktif menjalin kolaborasi dengan PKK dan berbagai organisasi masyarakat di Kelurahan Gending.
Menariknya, setiap kegiatan Asa Bergending didokumentasikan dan diarsipkan melalui media sosial resmi komunitas tersebut.
Nyai Aliyah berharap prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh kader Muslimat NU di Kabupaten Gresik, baik di tingkat Pimpinan Ranting maupun Anak Cabang.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa peran perempuan dalam pembangunan sosial dan lingkungan semakin diakui, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif pemberdayaan dari kalangan Muslimat NU di tingkat akar rumput,” pungkasnya.
Editor: Chidir Amirullah

