Market Day, Cara Inovatif MI Darussa’adah Campurejo Gresik Kembangkan Literasi Numerasi Peserta Didik

oleh -141 Dilihat
Peserta didik MI Darussa'adah Karangtumpuk Campurejo Panceng Gresik saat mengikuti "Market Day" sebagai sarana pembelajaran literasi dan numerasi. Foto: dok MI Darussa'adah Karangtumpuk/NUGres
Peserta didik MI Darussa'adah Karangtumpuk Campurejo Panceng Gresik saat mengikuti "Market Day" sebagai sarana pembelajaran literasi dan numerasi. Foto: dok MI Darussa'adah Karangtumpuk/NUGres

GRESIK | NUGres – Menyadari bila literasi dan numerasi menjadi kemampuan dasar dalam pemecahan masalah kehidupan serta sangat penting dibekalkan pada peserta didik, membuat para pemangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussa’adah memutar otak.

“Walhasil, kami menemukan salah satu caranya yakni menggelar event periodik yang kita sebut dengan Market Day,” kata Kepala MI Darussa’adah Dusun Karangtumpuk Desa Campurejo Kecamatan Panceng Gresik, Ustadz Nadlim S.H., M.Pd., kepada NUGres, Rabu (29/11/2023).

Lebih lanjut Ustadz Nadlim mengatakan melalui gelaran Market Day yang dicanangkan sebagai program berkala di madrasahnya ini, para peserta didik diharapkan mendapatkan pengalaman secara langsung dari proses berinteraksi.

Secara teknis, kata Ustadz Nadlim, anak-anak yang tengah belajar pada madrasah yang berlokasi di perbatasan Gresik dengan Kabupaten Lamongan ini akan berinteraksi layaknya seorang penjual dan pembeli.

Simak Juga:  Terus Bergulir, Madrasah di Gresik Ramai-ramai Galang Donasi untuk Palestina

“Beberapa booth atau stan Market Day kita siapkan. Kemudian anak-anak mengelompokkan diri sebagai penjual yang menentukan sendiri akan menjual apa, alasan kenapa mereka memilih jualan produknya juga dirembug berdasarkan kesepakatan dalam kelompoknya masing-masing,” sambung pria yang juga aktif di GP Ansor Cabang Gresik tersebut.

Rupanya, minat peserta didik MI Darussa’adah Karangtumpuk dalam Market Day ini disambut suka cita peserta didik. Dengan didampingi para ustadz dan ustadzah, mereka memeragakan diri secara total menjadi penjual serta pembeli yang baik.

“Pembelajaran numerasi dan literasi yang digelar di luar ruang kelas ini disambut dengan antusias oleh anak-anak. Kami juga sedang memikirkan cara lainnya, suatu saat kami akan mengajak mereka, untuk belajar dan praktik numerasi di pasar tradisional,” pungkas Ustadz Nadlim, penuh semangat.

Simak Juga:  PCNU Ingatkan Jasa Penginapan di Gresik Tak Menabrak Kultur Kota Santri

Sebagai informasi, MI Darussa’adah merupakan madrasah yang tergolong masih muda, madrasah ini berdiri sejak tahun 1986. Lokasinya jauh dari jantung Kota Gresik, bahkan berbatasan langsung dengan Desa Paloh dan Weru Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *