Jelang Hari Santri Nasional 2025, MWCNU Sidayu Gresik Ziarah Waliyullah di Wilayah Pantura hingga Sowan Kiai Jawa Timur dan Jawa Tengah

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Menjelang bergulirnya Hari Santri Nasional 2025, Lembaga Dakwah MWCNU Sidayu Gresik menginisiasi kegiatan Ziarah Waliyullah di Wilayah Pantura hingga Sowan Kiai Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Kamis - Jumat, 9 - 10 Oktober 2025. Foto: dok MWCNU Sidayu/NUGres

GRESIK | NUGres – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sidayu melalui Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) menggelar kegiatan bertajuk “Ziarah Wali Pantura dan Sowan Kyai”.

Kegiatan rihlah spiritual tersebut berlangsung selama dua hari, pada Kamis – Jumat, 9 – 10 Oktober 2025.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama di Makam Kanjeng Sepuh Sidayu, Gresik, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju sejumlah makam wali dan kiai di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur.

Titik pemberangkatan dimulai dari Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu, Gresik, kemudian menuju ke berbagai destinasi yang sudah direncanakan.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Sidayu, H. Asrofil, yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk tabarrukan dan refleksi spiritual dalam momentum Hari Santri.

“Alhamdulillah bahwa pada hari kamis malam Jum’at tanggal 9 sampai 10 Oktober 2025 Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama MWCNU Sidayu, melaksanakan program kegiatannya, yaitu tour ziarah wali dan sowan Masyayikh yang kali ini ziarah wali Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya dihubungi NUGres, Kamis (9/10/2025) malam, di sela perjalanan bersama rombongan pengurus MWCNU, lembaga, dan badan otonom NU Sidayu.

Ia menjelaskan, rute ziarah meliputi sejumlah makam wali dan kiai di jalur Pantura. Selain berziarah, rombongan juga melakukan sowan kepada para kiai dan masyayikh untuk memohon doa serta restu bagi kemajuan dakwah dan perjuangan Nahdlatul Ulama di Sidayu.

“Dengan kegiatan ini kami berharap dapat meneladani semangat santri dan nilai-nilai perjuangan para ulama terdahulu. Momentum Hari Santri menjadi pengingat bahwa perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah harus terus diteruskan,” imbuhnya.

Dikatakannya, kegiatan ini yang diikuti 60 orang terdiri dari jajaran pengurus MWCNU perwakilan dari syuriyah dan Tanfidziyah, ketua lembaga MWCNU Sidayu, ketua Badan otonom dan Ketua Pengurus Ranting NU se-Wakil Cabang NU Sidayu.

“Kegiatan seperti ini sangat penting. Pertama, untuk merapatkan soliditas serta menjalin kerja sama di semua tingkatan pengurus, mulai dari pengurus MWCNU lembaga banom sampai di tingkat ranting agar lebih semangat dan berkhidmat sekaligus kemajuan dan kekayaan NU ke depannya,” imbuhnya.

Kedua, kata H. Asrofil, dengan berziarah ke makam waliyullah, kita dapat mengenang jasa perjuangannya sekaligus agar kita mendapat berkah hidup di dunia sampai di akhirat.

“Ketiga, dengan sowan ke Masyayikh Tokoh NU mudah-mudahan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus mendapatkan nasihat-nasihat dan saran, tentang memajukan NU dan mendapatt doa dari para Masyayikh,”

Adapun rute kegiatan tersebut yaitu:Adapun rute kegiatan meliputi sejumlah makam dan pesantren di jalur Pantura, yakni:

  • Ziarah Makam Kanjeng Sepuh Sidayu,
  • Ziarah Makam Sunan Drajat Lamongan,
  • Ziarah Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi Tuban
  • Ziarah Makam Sunan Bonang Tuban,
  • Ziarah Makam Mbah Sambo Lasem
  • Masjid Lasem Jawa Tengah
  • Sowan ke KH Musthofa Bisri Rembang Jawa Tengah,.
  • Ziarah Makam Sunan Kudus,
  • Ziarah Makam Sunan Kalijogo, dan kembali ke Sidayu.

“Harapan saya selaku pengurus MWCNU Sidayu dengan kegiatan ziarah waliyullah dan sowan masyayikh, tokoh NU, dapat dijadikan momentum untuk lebih giat dan semangat dalam rangka merapatkan barisan, menyatukan gagasan dan pandangan untuk lebih bersatu bersinergi di antara jajaran pengurus NU disemua tingkatan untuk kemajuan dan kekayaan MWCNU sidayu kedepan,” tandasnya, memungkasi.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment