WRINGINANOM | NUGres – Rangkaian kegiatan keagamaan kembali digelar di Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin, Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Setelah sebelumnya pada 20 Desember dilaksanakan Khotmil Qur’an serentak di 16 wilayah, salah satunya di Gresik yang dipusatkan di PP Internasional Al-Illiyin, kegiatan dilanjutkan dengan Istighosah Sentra Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah pada Sabtu (27/12/2025) malam.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah dan terbuka untuk umum. Istighosah Sentra tersebut sekaligus menjadi momentum peringatan Haul Guru Sekumpul (KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani) dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dua tokoh bangsa yang dikenal luas atas keteladanan spiritual, keilmuan, dan nilai-nilai kemanusiaannya.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan agenda khatmil Qur’an, shalat taubat, shalat hajat, dzikir dan istighotsah, pengajian, shalawat serta doa bersama. Jamaah tampak larut dalam suasana religius yang sarat makna kebersamaan dan ketenangan batin.
Dalam tausiyahnya, Abuya Ahmad Yani Illiyin menyampaikan kisah persahabatan antara Gus Dur dan Guru Sekumpul sebagai teladan hubungan ulama dan negarawan yang dilandasi ketulusan, saling menghormati, serta kecintaan pada umat. Abuya juga menekankan nilai kesederhanaan dan kedermawanan Gus Dur, yang hingga kini menjadi inspirasi lintas generasi dalam merawat kemanusiaan, kebhinekaan, dan keadilan sosial.
Koordinator GUSDURian Gresik, Choirul Anwar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan haul Gus Dur bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang refleksi nilai.
“Haul Gus Dur ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menumbuhkan dan menghidupkan sembilan nilai utama Gus Dur di setiap ruang khidmat kita—baik dalam kehidupan sosial, keagamaan, maupun kebangsaan,” ujar Gus Irul, demikian sapaannya.
Ia menambahkan, nilai-nilai seperti ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kearifan tradisi, dan keberanian moral perlu terus diaktualisasikan dalam tindakan nyata, bukan hanya diperingati dalam forum-forum haul.
Melalui Istighosah Sentra ini, PP Internasional Al-Illiyin bersama Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah berharap dapat terus menjadi ruang perjumpaan spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan berakar kuat pada tradisi keilmuan serta kemanusiaan.
Penulis: Nensi Indriati
Editor: Chidir Amirullah

