GRESIK | NUGres — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, pengurus dan anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kebomas berziarah ke makam para wali dan pendiri Fatayat NU, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di makam Nyai Hj. Chuzaimah Mansur, salah satu pendiri Fatayat NU sekaligus tokoh perempuan yang berperan besar dalam menanamkan semangat perjuangan kaum santri, khususnya kalangan perempuan Nahdliyin.
Ziarah dilanjutkan ke beberapa makam tokoh dan ulama berpengaruh di wilayah Gresik, antara lain makam Raden Supeno (Giri Kedaton), Mbah Jurid, KH. Zuhri (Sidomukti), Sunan Giri, Sunan Dalem, Mbah Sedomargi (Giri) dan terakhir Nyai Ageng Sawo (Giri).
Ketua PAC Fatayat NU Kebomas, Dewi Mujiati, menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud penghormatan dan peneladanan terhadap perjuangan para alim ulama serta pejuang Fatayat NU yang telah berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menguatkan peran perempuan dalam Islam.
“Santri harus mengenang jasa guru-gurunya. Ziarah ini menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan para ulama dalam membela agama dan bangsa,” ujar Dewi Mujiati.
Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat identitas santri perempuan NU.
“Ini cara kami mengenang jasa para ulama dan menumbuhkan rasa cinta tanah air sebagaimana diajarkan oleh para kiai. Dari perjuangan para pendiri Fatayat, kami belajar arti ketulusan, pengabdian, dan cinta kepada bangsa,” imbuhnya.
Suasana khidmat dan penuh makna tampak mewarnai kegiatan ziarah tersebut. Para peserta dengan khusyuk melantunkan doa dan tahlil, seraya mengenang perjuangan para tokoh perempuan NU yang telah mewariskan semangat keislaman dan kebangsaan kepada generasi muda.
Kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 di tingkat MWCNU Kebomas, yang akan dilanjutkan dengan apel santri pada Rabu, 22 Oktober 2025 mendatang.
Diharapkan, melalui kegiatan ini para kader Fatayat NU dapat terus menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan semangat perjuangan santri sebagaimana diwariskan oleh para pendahulu.
Penulis: Luthfi Anshori
Editor: Chidir Amirullah

