Teguhkan Arah Khidmat Jamiyyah, Musran ke-9 PRNU Peganden Gresik Sukses Digelar

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Organisasi, dan Membangun Peradaban”, Musyawarah Ranting (Musran) ke-9 PRNU Peganden Sukses terselenggara pada Senin (22/12/2025). Foto: dok Panitia Musran PRNU Peganden/NUGres

MANYAR | NUGres – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Peganden sukses menyelenggarakan Musyawarah Ranting (Musran) ke-9 yang berlangsung khidmat di Aula MTs Miftahul Ulum Peganden, Senin 22 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi jamiyyah sekaligus penetapan kepemimpinan baru masa khidmat 2025–2030.

Musran ke-9 PRNU Peganden diikuti sekitar 150 musyawirin (peserta musyawarah) yang terdiri dari unsur pengurus, badan otonom, tokoh agama, dan kader NU yang tersebar di wilayah Desa Peganden, Kecamatan Manya, Gresik. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan demokratis dengan menjunjung tinggi nilai musyawarah mufakat.

Selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, evaluasi program kerja, serta perumusan arah strategis jamiyyah ke depan. Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif, mencerminkan komitmen PRNU Peganden dalam merawat tradisi bermusyawarah sebagai ciri khas jamiyyah NU.

Musran ke-9 PRNU Peganden menetapkan Ustadz Moh. As’ad sebagai Rais Syuriyah bersama Ustadz Sa’roni sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Peganden untuk masa khidmat 2025–2030

Musran ke-9 PRNU Peganden menetapkan Ustadz Moh. As’ad sebagai Rais Syuriyah bersama Ustadz Sa’roni sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Peganden untuk masa khidmat 2025–2030. Foto: dok Panitia Musran PRNU Peganden/NUGres
Musran ke-9 PRNU Peganden menetapkan Ustadz Moh. As’ad sebagai Rais Syuriyah bersama Ustadz Sa’roni sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Peganden untuk masa khidmat 2025–2030. Foto: dok Panitia Musran PRNU Peganden/NUGres

Sementara itu hasil Musran ke-9, forum menetapkan Ustadz Moh. As’ad sebagai Rais Syuriyah dan Ustadz Sa’roni sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Peganden untuk masa khidmat 2025–2030. Keduanya dipercaya memegang amanah untuk melanjutkan dan memperkuat peran NU di tingkat Ranting, baik dalam aspek keagamaan, organisasi, maupun sosial kemasyarakatan.

Tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Organisasi, dan Membangun Peradaban” menjadi landasan bersama dalam menggerakkan roda kepengurusan ke depan. Tema ini menegaskan komitmen PRNU Peganden untuk menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah sekaligus memperkuat tata kelola organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya Musran ke-9, diharapkan kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh khidmat, memperkuat sinergi antarbanom, serta menghadirkan program yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat Peganden.

Penulis: M. Ahsin Ahsanakallah
Editor: Chdir Amirullah

Leave a comment